Tautan-tautan Akses

Ridwan Kamil Sambut Perantau Jabar Korban Kerusuhan Wamena


Tujuh puluh satu warga Jawa Barat disambut Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Bandung, usai dipulangkan usai kerusuhan di Wamena, Papua. (VOA/Rio Tuasikal)

Kerusuhan berdarah di Wamena, Papua, beberapa pekan lalu menyebabkan ratusan warga mengungsi. Puluhan perantau dari Jawa Barat pun dipulangkan.

Tujuh puluh satu warga Jawa Barat itu diterbangkan dari Wamena, Papua, Rabu (9/10/2019) siang, dan tiba di Bandung pada malam hari. Mereka disambut dan dijamu makan malam di kediaman resmi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan evakuasi dilakukan untuk memberikan rasa aman. Evakuasi sendiri digelar atas permintaan warga perantau. Selanjutnya, mereka dibebaskan memilih apakah menetap di Jabar atau kembali ke Papua.

“Dan kita lihat kita pastikan mereka juga tidak terlantar. Nanti kalau sudah memutuskan mau berikhtiar seperti apa, nanti kita fasilitasi,” jelasnya kepada wartawan usai jamuan makan malam.

Pemerintah Siapkan Bantuan Permodalan

Dinas Sosial Jabar mencatat, 71 orang yang dipulangkan terdiri atas 50 orang laki-laki, 16 orang perempuan, dan 5 orang anak. Mereka berasal dari 13 kabupaten/kota di Jabar dan di Papua banyak yang berprofesi sebagai pedagang.

Dalam jamuan makan malam itu, dua warga menceritakan pengalamannya. Salah satunya adalah Pety Kilatnadewi (32) asal Subang. Dia membuka kios sembako di Wamena sejak 2013.

Salah satu warga Jabar yang mengungsi, Pety Kilatnadewi, mengatakan ingin menenangkan diri dulu sebelum memutuskan kembali ke Papua atau tidak. (VOA/Rio Tuasikal)
Salah satu warga Jabar yang mengungsi, Pety Kilatnadewi, mengatakan ingin menenangkan diri dulu sebelum memutuskan kembali ke Papua atau tidak. (VOA/Rio Tuasikal)

“Pertama kios (sembako). Lama-lama kita buka usaha lagi buka laundry. Kita sebetulnya sudah betah di Wamena tapi kondisinya begini kita jadi trauma,” ujarnya kepada VOA.

Akibat kerusuhan Wamena, kios sembakonya habis dijarah orang tidak dikenal. Pety mengatakan ingin menenangkan diri dulu sebelum memutuskan apakah akan kembali ke Papua atau tidak.

Jika mereka memilih pindah ke Jabar, Emil memastikan program kredit rakyat siap disalurkan.

“Seperti kita lihat dua testimoni, rata-rata orang Sunda, Jawa Barat, yang ke Papua berdagang. Yang satu tadi berdagang sembako, lancar rejekinya. Kemudian satu berdagang kain gordyn keliling juga lancar rejekinya. Saya kira itu tanda mereka sangat kuat dalam berikhtiar, dalam berusaha. Nggak mungkin dianggurkan, pasti tidak nyaman. Itu nanti kita monitor,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial Jabar Dodo Suhendar mengatakan bentuk bantuan akan diserahkan ke dinas sosial kabupaten/kota.

“Tentu mereka juga punya pengalaman usaha. Bagaimana kalau yang punya modal? Bagaimana yang tidak? Tentunya kita pilah-pilah dulu. Tentunya kita menunggu juga nanti informasi dari dinas sosial setempat,” terangnya.

Emil Serukan Warga Jabar Tetap Cintai Papua

Dalam kesempatan itu, Emil meminta warga Jabar yang merantau tetap “mencintai Papua seperti sebelumnya.” Dia juga mengacungkan jempol kepada perantau Jabar yang hidup harmonis dengan penduduk asli Papua.

“Kita kembali membangun sama-sama. Kita warga Jawa Barat warga Sunda sangat mencintai Papua. Dan kalau ada kebutuhan apa-apa kita support ya,” ujarnya menekankan.

Ridwan Kamil meminta warga Jabar tetap mencintai Papua seperti sebelumnya. (VOA/Rio Tuasikal)
Ridwan Kamil meminta warga Jabar tetap mencintai Papua seperti sebelumnya. (VOA/Rio Tuasikal)

Sementara itu, jaminan keamanan dia sampaikan kepada perantau Papua di Jabar.

“Termasuk warga Papua, mahasiswa, pelajar, kami pastikan rasa nyamannya kalau ada apa2 hubungi kami. Insya Allah kita jaga karena kita ingin maju sama-sama sebagai NKRI,” tandasnya.

Kerusuhan berdarah terjadi di Wamena, Papua, pada 23 September, menyebabkan 31 orang meninggal. Kerusuhan itu awalnya merupakan unjuk rasa masyarakat Papua atas konten hoaks berisi perkataan rasis dari seorang guru terhadap siswa di Wamena.

Ridwan Kamil Sambut Perantau Jabar Korban Kerusuhan Wamena
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:46 0:00

Akibat kerusuhan itu, banyak warga setempat, termasuk perantau dari berbagai daerah, mengungsi. Belum ada angka resmi pengungsi yang kini berada di sejumlah titik pengungsian. Namun 180 perantau Sumatera Barat tercatat telah meninggalkan Papua. Polisi mengatakan situasi Wamena berangsur membaik. (rt/em)

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG