Tautan-tautan Akses

Kampanye Imunisasi Polio Direncanakan di Kawasan yang Dikendalikan ISIS di Suriah


Seorang petugas kesehatan Afghanistan memberikan vaksin polio ke seorang anak selama kampanye vaksinasi yang berlangsung pada tanggal 28 Februari 2017 (foto: Shah Marai/AFP Photo)

Dalam satu atau dua pekan ke depan World Health Organization berharap dapat meluncurkan kampanye imunisasi polio di kawasan yang berada di bawah kendali ISIS di Deir Ezzor, Suriah.

World Health Organization berharap dapat meluncurkan kampanye imunisasi polio pekan depan atau dua pekan lagi di kawasan yang berada di bawah kendali ISIS di Deir Ezzor, Suriah, di mana dua kasus baru penyakit yang membuat orang lumpuh ditemukan pekan ini.

WHO melaporkan dua anak di Deir Ezzor telah menderita kelumpuhan yang diakibatkan virus polio yang berasal dari vaksin. Berbeda dengan virus polio, virus polio yang dihasilkan oleh vaksin sangat jarang, namun, mereka dapat muncul di tengah populasi yang memiliki tingkat kekebalan rendah terhadap penyakit tersebut.

Juru bicara WHO, Oliver Rosenbauer, mengatakan virus polio terus beredar dan harus dihentikan. Ia mengatakan kampanye imunisasi polio masal sedang direncanakan, yang mentarget 90.000 anak balita di distrik Mayadi di Deir Ezzor.

“Kami memiliki pasokan global,” ujar Rosenbauer. “Pasokan tersebut dapat dirilis, namun yang menjadi pertanyaan utama, sebagai anda tunjukkan, bagaimana pasokan vaksin tersebut akan dikirim, dan siapa yang akan mengirimkannya. Kondisi tersebut senantiasa menjadi tantangan.”

Keamanan dan akses ke kawasan tersebut berbahaya dan sulit karena berada di bawah kendali militan ISIS. Pada tahun 2013 dan 2014, wabah virus polio liar terjadi di kawasan yang sama. Tigapuluh enam kasus dilaporkan saat itu.

Rosenbauer mengatakan pada VOA, keamanan bukan satu-satunya yang menjadi keprihatinan. Ia mengatakan mungkin anak-anak tersebut terinfeksi dengan polio dari jenis yang dihasilkan oleh vaksin selama masa kampanye imunisasi. Itulah mengapa, ujarnya, vaksin harus digunakan dengan sangat bijak.

“Hanya gunakan vaksin ketika … manfaatnya lebih besar,” ujar Rosenbauer. “Apa yang kita saksikan adalah wabah. Jadi, kami perlu mempertimbangkan dan merespon wabah yang terjadi yang jauh lebih besar dari risiko kemungkinan timbulnya wabah di masa yang akan datang.” [ww]

XS
SM
MD
LG