Tautan-tautan Akses

Satu Juta Alat Tes Virus Corona Diperkirakan Segera Tiba di Lab AS


Alat uji virus corona COVID-19 di laboratorium CDC. (Foto: dok).

Menteri Kesehatan AS, Kamis (5/3) mengatakan satu juta alat tes untuk virus corona COVID-19 diperkirakan tiba akhir pekan ini di berbagai laboratorium di AS.

Alex Azar mengatakan alat tes virus corona itu dikirim dari satu produsen swasta.

Pemerintahan Trump mendapat kritik karena kurangnya pasokan perangkat tes itu.

Wakil Presiden Mike Pence di negara bagian Washington, Kamis (5/3) menyatakan, “Kami tidak memiliki cukup perangkat tes sekarang ini untuk memenuhi permintaan yang kami antisipasi akan terus meningkat,” tetapi menambahkan bahwa “kemajuan nyata” telah dicapai “dalam beberapa hari belakangan.”

Pence bertemu dengan Gubernur Washington Jay Inslee, Kamis (5/3). Washington adalah lokasi 11 dari 12 kematian akibat virus corona di AS, yang sebagian besar terjadi di sebuah panti jompo di dekat Seattle.

Ia berupaya menunjukkan optimisme mengenai dampak virus tersebut.

“Meskipun virus corona telah menyebar di kawasan Seattle dan kasus baru dideteksi di berbagai penjuru negeri setiap hari, kabar baiknya adalah sebagian besar dari mereka yang terjangkit virus corona kini pulih dan dalam keadaan baik,” kata Pence. Ia mengatakan, risiko terjangkit virus corona bagi rata-rata orang Amerika tetap rendah menurut semua pakar kesehatan yang ia temui di Seattle.

National Nurses United atau Persatuan Perawat Nasional menyatakan para anggotanya belum diberi sumber daya, pasokan, perlindungan dan pelatihan yang mereka perlukan untuk melaksanakan tugas mereka dengan tepat. Direktur Eksekutif organisasi itu, Bonnie Castillo mengatakan, “Ini bukan strategi yang tepat, membiarkan perawat dan petugas layanan kesehatan lainnya tidak terlindungi.” Castillo, seorang perawat terdaftar, mengatakan, pada waktu perawat dikarantinakan, mereka bukan hanya dicegah untuk merawat pasien virus corona, tetapi juga tidak dibiarkan merawat pasien kanker, jantung dan bayi-bayi prematur.

Empat negara bagian di Amerika, Maryland, California, Florida dan Hawaii, telah menetapkan situasi darurat karena virus ini. Hari Kamis, tiga warga Kabupaten Montgomery di Maryland didiagnosis terjangkit virus itu. Ketiga orang itu dikabarkan terjangkit sewaktu berlayar dengan kapal pesiar di luar negeri. Montgomery terletak di pinggiran Maryland yang dekat dengan Washington DC.​ [uh/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG