Tautan-tautan Akses

Ribuan Orang Beraksi Damai di Barcelona Menentang Terorisme


Masyarakat berkumpul di sekitar tumpukan bunga, lilin-lilin dan pesan-pesan di Las Ramblas untuk mengutuk aksi terorismen yang menewaskan 15 orang di Barcelona, Spanyol, 26 Agustus 2017.
Masyarakat berkumpul di sekitar tumpukan bunga, lilin-lilin dan pesan-pesan di Las Ramblas untuk mengutuk aksi terorismen yang menewaskan 15 orang di Barcelona, Spanyol, 26 Agustus 2017.

Ratusan ribu demonstran membanjiri jantung kota Barcelona hari Sabtu (26/8) sambil meneriakkan kalimat “Kami Tidak Takut”; upaya menolak aksi kekerasan pasca serangan ekstremis yang menewaskan 15 orang, serangan paling menelan banyak korban jiwa di Spanyol dalam lebih dari sepuluh tahun.

Petugas gawat darurat, supir taksi, polisi dan warga biasa yang segera datang membantu setelah serangan 17 Agustus lalu di Las Ramblas yang terkenal di kota itu, memimpin demonstrasi tersebut. Mereka membawa spanduk bertuliskan “No Tinc Por” atau berarti “Kami Tidak Takut”.

Kalimat itu dikembangkan dari jawaban spontan warga sipil terhadap aksi kekerasan itu, dan menggambarkan sikap seluruh kelas masyarakat di Spanyol.

Otorita di tingkat lokal, regional dan pemerintah pusat di Spanyol berupaya mengirim pesan persatuan dengan berjalan bersama di belakang para petugas gawat darurat, meskipun sebelumnya muncul kecaman bahwa pejabat di tingkat regional dan nasional tidak cukup memberi informasi tentang para penyerang itu.

Pertama Kali dalam Sejarah, Raja Spanyol Ikut Berdemonstrasi

Untuk pertama kali dalam sejarah Kerajaan Spanyol, Raja Felipe VI ikut serta dalam demonstrasi itu bersama dengan Perdana Menteri Mariano Rajoy dan sejumlah pejabat pemerintah Spanyol dan pemerintah daerah Catalan.

Namun beberapa warga yang tidak senang melihat kehadiran mereka bersiul-siul mengejek dan memasang spanduk yang mengkritik peran raja kerjasama militer Spanyol dengan Arab Saudi.

Polisi Barcelona mengatakan sedikitnya 500.000 orang mengikuti demonstrasi hari Sabtu itu.

Kelompok ISIS mengklaim serangan mobil di Barcelona dan serangan lain beberapa jam kemudian di kota pesisir Cambrils, yang total menewaskan 15 orang dan melukai 120 lainnya. Penyelidikan terhadap sel-sel ekstremis Islam di balik serangan itu menunjukkan bahwa ISIS telah merencanakan serangan yang lebih mengerikan, tetapi secara tidak sengaja meledakkan sebuah rumah di Alcanar yang memiliki beberapa tangki gas dan menjadi tempat merakit bom.

Delapan tersangka tewas, dua dipenjara dengan tuntutan pendahuluan terorisme dan pembunuhan, dua liannya dibebaskan oleh hakim tetapi tetap dalam penyelidikan.

Sementara otorita medis hari Sabtu mengatakan 22 orang masih dirawat di rumah sakit karena luka-luka, enam diantaranya masih berada dalam kondisi kritis. [em]

Recommended

XS
SM
MD
LG