Tautan-tautan Akses

Ribuan Mahasiswa India Gelar Protes RUU Amandemen Kewarganegaraan


Para mahasiswa memegang plakat dan meneriakkan slogan solidaritas di Universitas Jamia Millia Islamia, Mumbai, India, 16 Desember 2019.

Ribuan mahasiswa, Senin (16/12), membanjiri jalan-jalan di ibukota India, sementara pemerintah sebuah negara bagian di selatan India memimpin demonstrasi damai memprotes UU baru yang memungkinkan warga non-Muslim yang memasuki India secara ilegal memperoleh status kewarganegaraan. Para imigran itu mengungsi ke India untuk menghindari penindasan agama di sejumlah negara tetangga India.

Aksi protes di New Delhi menyusul bentrokan kekerasan sehari sebelumnya antara polisi dan demonstran di Universitas Jamia Millia Islamia. Sejumlah orang, yang menurut organisasi kemahasiswaan di kampus tersebut bukan mahasiswa universitas itu, membakar tiga bis. Polisi kemudian menyerbu perpustakaan universitas itu, dan menembakan gas air mata ke arah para pelajar yang berlindung di balik meja.

Para anggota partainya Narendra Modi – Partai Bharatiya Janata, sebuah partai Hindu – menuding partai-partai oposisi memicu aksi itu dan memanfaatkan mahasiswa sebagai pion mereka.

Pemerintah Modi mengatakan, RUU Amandemen Kewarganegaraan, yang disetujui parlemen pekan lalu, akan menjadikan India tempat yang aman bagi Hindu dan kelompok-kelompok minoritas agama lain di Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan yang mayoritas warganya Muslim. Namun para pengkritik mengatakan, legislasi itu, yang untuk pertamakali mensyaratkan agama dalam proses kewarganegaraan, melanggar konstitusi demokrasi terbesar di dunia itu.

Para pengkritik juga mengatakan, RUU itu bisa memicu terjadinya banjir imigran ke Assam dan negara-negara bagian lain di India Timurlaut, dan akan semakin memarjinalkan warga Muslim yang merupakan kelompok minoritas di India. Para pengecam menuding, memarjinalkan kelompok Muslim merupakan tujuan PM Narendra Modi dan partai Hindu-nya yang nasionalis. [ab/lt]

Recommended

XS
SM
MD
LG