Tautan-tautan Akses

Ribuan Demonstran Protes Korupsi, Tuntut Presiden Haiti Mundur


Ribuan demonstran melakukan unjuk rasa di Port-au-Prince, Haiti, hari Minggu (9/6) dengan tulisan yang artinya: "Para Pencuri (koruptor) tempatnya di penjara, bukan di Istana (Presiden)."

Ribuan warga turun ke jalan-jalan di ibukota Port-au-Prince, Haiti, hari Minggu (9/6) memprotes korupsi dan menuntut mundurnya Presiden Jovenel Moise.

‘’Tahu kah Anda bahwa 4,2 miliar dolar keuntungan PetroCaribe sangat berarti bagi rakyat jika digunakan dengan adil. Anak-anak yang sekarang bekerja membersihkan mobil di jalan demi sesuap nasi, bisa bersekolah,’’ ujar seorang demonstran kepada VOA ketika berbaris di dekat Istana Nasional.

"Banyak orang sekarat di rumah sakit karena tidak ada kain kasa untuk menutup luka mereka. Banyak perempuan muda cantik di dekat stasiun pemadam kebakaran itu sebenarnya bisa memiliki pekerjaan bagus, bahkan bisa jadi menteri dalam pemerintahan; tetapi mereka kini melacurkan diri demi memperoleh sebotol bir! Ini berarti sistem gaya mafia ini tidak memikirkan kaum muda.’’

Para demonstran telah bertekad akan terus berbaris ‘’tanpa henti’’ hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Tembakan yang diarahkan ke kerumunan massa oleh sejumlah laki-laki tidak dikenal di pemukiiman Bel Air sempat membuat para demonstran lari lintang pukang. Tetapi belum ada rincian jumlah korban. Wartawan VOA di lapangan melaporkan melihat para demonstran membakar sejumlah ban di jalan-jalan.

Presiden Jovenel Moise dituduh telah mengambil keuntungan secara curang dari anggaran yang dihasilkan alinasi minyak PetroCaribe dengan Venezuela. Tuduhan itu disampaikan dalam laporan resmi yang telah diserahkan kepada pemimpin Senat Haiti 31 Mei lalu. Pengadilan Tinggi Urusan Administrasi Keuangan dan Litigasi, sebuah lembaga non partisan – bukan pengadilan dalam arti sesungguhnya – yang bertugas mengatasi anggaran pemerintah, termasuk

pengeluaran dan alokasi anggaran, telah menyiapkan laporan rinci yang mengungkapkan penyimpangan dan dugaan penyelundupan anggaran yang dihasilkan dari perjanjian PetroCaribe.

Presiden Moise membantah tuduhan itu sebagai hal bermotif politik. Wakil-wakilnya juga meragukan metode yang digunakan untuk mencapai kesimpulan laporan itu. (em)

Recommended

XS
SM
MD
LG