Tautan-tautan Akses

Reaksi Dunia atas Serangan Udara Koalisi terhadap Suriah


Seorang pejuang Suriah terlihat di Pusat Penelitian Sains di Damascus, Suriah, 14 April 2018.

Berbagai reaksi internasional muncul, Sabtu (14/4), atas serangan udara yang dilancarakan Amerika, Perancis dan Inggris terhadap target-target pemerintah di Suriah pada Jumat (13/4) malam, mulai dari dukungan hingga kecaman yang intens, tergantung dari negara mana reaksi itu berasal.

Departemen Pertahanan Amerika mengatakan serangan itu menarget tiga lokasi yang diduga terkait dengan produksi senjata kimia dan biologi. Serangan itu merupakan pembalasan terhadap dugaan serangan senjata kimia di pinggiran kota Damaskus akhir pekan lalu yang menewaskan lebih dari 40 orang.

Presiden Amerika Donald Trump memuji Perancis dan Inggris atas serangan udara bersama itu. “Sebuah serangan yang dilaksanakan dengan sempurna tadi malam,” cuit Trump beberapa jam setelah serangan itu. “Terima kasih kepada Perancis dan Inggris atas kebijaksanaan dan kekuatan militer mereka yang baik. Hasilnya tidak bisa lebih baik. “Misi terlaksana!” cuit Trump.

Baca: AS dan Sekutu Yakin Berhasil Lumpuhkan Senjata Kimia Suriah

Duta Besar Amerika Untuk PBB Nikki Haley dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Sabtu, mengatakan Trump memberitahu dirinya bahwa “Amerika siap menyerang jika Suriah menggunakan senjata kimia lagi.”

Suriah Kutuk Serangan Koalisi

Namun Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan “pihaknya mengutuk keras agresi brutal Amerika-Perancis-Inggris terhadap Suriah, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.”

Ratusan warga Suriah berkumpul di sekitar ibukota Damaskus, membunyikan klakson mobil, memperagakan simbol-simbol kemenangan dan melambai-lambaikan bendera Suriah menantang serangan militer bersama itu. Sebagian diantaranya berteriak “kami rakyatmu Bashar,” merujuk pada Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Putin: Ini Agresi terhadap Pemerintah Berdaulat

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan serangan itu sebagai “tindakan agresi terhadap pemerintah berdaulat” dan menuduh Amerika memperburuk krisis kemanusiaan di negara yang sedang dikoyak perang itu. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan serangan udara itu gagal karena sebagian besar roket yang ditembakkan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Suriah.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya berbicara setelah anggota Dewan Keamanan PBB setuju untuk menentang resolusi Rusia yang mengutuk 'agresi' terhadap Suriah oleh AS dan para sekutunya, dalam rapat di New York, 14 April 2018.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya berbicara setelah anggota Dewan Keamanan PBB setuju untuk menentang resolusi Rusia yang mengutuk 'agresi' terhadap Suriah oleh AS dan para sekutunya, dalam rapat di New York, 14 April 2018.

Iran Nilai Serangan Koalisi Sebagai Kejahatan

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan serangan itu merupakan tindakan kriminal dan bahwa Amerika, Perancis dan Inggris tidak akan mendapat manfaat apapun.

“Serangan pagi ini terhadap Suriah adalah kejahatan,” cuit Khamenei melalui Twitter.

“Saya dengan tegas menyatakan Presiden Amerika, Presiden Perancis dan Perdana Menteri Inggris telah melakukan kejahatan besar. Mereka tidak akan mendapat manfaat, sama seperti yang tidak mereka dapatkan di Irak, Suriah dan Afghanistan selama beberapa tahun terakhir, dengan melakukan tindakan kriminal yang sama.”

China Serukan Penyelidikan Independen

Kementerian Luar Negeri China menyerukan dilakukannya penyelidikan independen terhadap dugaan serangan kimia, dan mengatakan solusi politik adalah satu-satunya cara menyelesaikan masalah ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan China telah secara konsistem menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional, dan bahwa setiap tindakan militer yang tidak melibatkan Dewan Keamanan PBB, melanggar norma-norma hukum internasional.

Dalam foto yang dirilis oleh situs web resmi kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei, berbicara dalam pertemuan di Tehran, Iran, 14 April 2018.
Dalam foto yang dirilis oleh situs web resmi kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei, berbicara dalam pertemuan di Tehran, Iran, 14 April 2018.

Inggris : Tidak Ada Alternatif Lain

Tetapi Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan “tidak ada alternatif lain selain penggunaan kekuatan” terhadap Suriah.

“Saya menilai tindakan ini untuk kepentingan nasional Inggris,” ujar May.

“Kami tidak bisa membiarkan penggunaan senjata kimia menjadi hal yang normal di Suriah, di jalan-jalan Amerika, atau dimana pun di dunia. Kami lebih suka jalur alternatif, tetapi dalam kesempatan ini jalur itu tidak ada,’’ kata May menambahkan.

Di Perancis, muncul beragam reaksi terhadap keputusan Presiden Emmanuel Macron ikut dalam serangan terhadap rezim Suriah. Menteri Luar Negeri Jean-Jves Le Drian mengatakan tindakan militer bersama itu dapat dibenarkan, terbatas, proporsional dan berhasil.

``Sebagian besar persenjataan kimia Suriah telah dihancurkan,’’ ujar Le Drian dalam wawancara dengan BFMTV Perancis.Namun anggota-anggota parlemen dari kelompok sayap kanan dan kirim mengecam keras keputusan Perancis ikut bergabung dalam serangan Amerika itu.

Sejumlah Negara Dukung Serangan Koalisi

Jerman, Kanada, Australia dan Jepang menunjukkan dukungan terhadap serangan udara itu. Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk mengatakan blok itu “akan berdiri bersama sekutu-sekutu kami demi keadilan.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan oleh Amerika-Perancis-Inggris di Twitter sebagai bukti “komitmen mereka untuk memberantas senjata kimia tidak terbatas pada deklarasi semata.”

Baca: Situasi di Suriah Memburuh, Indonesia Serukan Semua Pihak Menahan Diri

Turki juga menerima dengan baik serangan itu.

“Kami menyambut baik operasi yang telah meringankan beban pada naluri kemanusiaan setelah dihadapkan serangan di Douma, yang diduga besar kemungkinan dilakukan oleh rezim Assad,” ujar Kementerian Luar Negeri Turki. Kementerian Luar Negeri Turki menambahkan, Suriah “memiliki rekam jejak kejahatan yang terbukti terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.”

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan mereka yang menggunakan senjata kimia “harus dimintai pertanggungjawaban.”

PBB Ingatkan Semua Pihak Patuhi Hukum Internasional

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengingatkan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional dan tidak mengabaikan peringatan Rusia bahwa serangan udara terhadap sekutunya dapat memicu perang.

“Saya menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB untuk menahan diri dalam perkembangan berbahaya ini dan mencegah tindakan apapun yang dapat meningkatkan eskalasi situasi ini dan memperburuk penderitaan rakyat Suriah,” ujar Guterres dalam pernyatannya. [em/jm]


Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG