Ratusan lilin berwarna kuning dan biru dinyalakan, pada Selasa (5/4) malam, di alun-alun Lviv, kota di Ukraina barat, untuk mengenang warga sipil yang tewas dalam invasi Rusia ke negara itu.
Dalam beberapa hari ini, muncul gambar-gambar mengerikan dari apa yang tampak sebagai pembantaian warga sipil di wilayah Bucha. Pasukan Rusia dituduh melakukan itu sebelum mereka keluar dari kota di pinggiran Kyiv itu sehingga menuai kemarahan nasional maupun global.
Penyalaan lilin di Lviv didahului oleh kebaktian yang dilakukan para pimpinan dari berbagai denominasi Kristen.
Banyak dari mereka yang menghadiri peringatan publik itu adalah juga pengungsi karena perang itu. Misalnya Svitlana Shkulova, 54, yang meninggalkan Kyiv dengan piyama beberapa saat setelah mendengar serangan udara pertama Rusia pada 24 Februari. Sejak itu dia tinggal bersama kerabat di Lviv tetapi berharap dia dan anak-anaknya dapat kembali ke ibu kota dalam waktu dekat.
Meskipun belum tahu apakah rumah mereka masih utuh, Shkulova mengatakan, dia beruntung tidak kehilangan teman dekat atau kerabat dalam perang yang telah menewaskan ribuan warga Ukraina itu.
"Kami hanya ingin berdoa untuk jiwa mereka dan pada saat yang sama, kami ingin berdoa untuk Ukraina," katanya. [ka/lt]