Tautan-tautan Akses

Ratusan Warga Palestina Akhiri Mogok Makan dalam Penjara Israel


Para pengunjuk rasa membawa spanduk bergambar pemimpin Marwan Barghouti yang dipenjaradi Israel sebagai dukungan terhadap aksi mogok makan yang dilakukan para napi Palestina di Ramallah, tepi Barat, 2 Mei 2017.

Ratusan orang pemogok makan Palestina dalam penjara telah mengakhiri aksi mogok makan 40 hari mereka pada hari pertama bulan suci Ramadan, setelah mencapai kompromi dengan Israel untuk penambahan waktu kunjungan keluarga, kata para pejabat Israel dan Palestina.

Juru bicara lembaga pemasyarakatan Israel Nicole Englander mengatakan para narapidana menyatakan pengakhiran pemogokan Sabtu pagi (27/5). Dia mengatakan pengakhiran itu dilakukan setelah Israel mencapai persetujuan dengan Penguasa Palestina dan Palang Merah urusan tahanan untuk menerima kunjungan kedua keluarga setiap bulan.

Ratusan narapidana turut melakukan mogok makan yang kata mereka bertujuan untuk meningkatkan keadaan dalam penjara.

Mogok makan itu telah berubah menjadi salah satu protes demikian yang terlama dengan peserta sebanyak ini sejak Israel merebut wilayah Palestina Tepi Barat, Yerusalem timur dan Gaza tahun 1967.

Englander mengatakan 1.578 napi ikut dalam mogok makan itu dalam keseluruhan dan 834 orang mengakhiri mogok makan mereka hari Sabtu. Dia mengatakan 18 orang sedang dirawat di rumah sakit.

Banyak warga Israel memandang napi tersebut sebagai teroris dan tidak mempunyai rasa simpati pada tuntutan mereka. Lebih dari 6.000 orang Palestina sekarang ini meringkuk dalam penjara atas pelanggaran yang terkait dengan konflik Israel-Palestina, atas tuduhan yang berkisar dari pelemparan batu hingga kepemilikan senjata dan serangan yang menewaskan atau melukai sipil dan tentara Israel.

Orang Palestina mendukung para pemogok makan itu sebagai pahlawan nasional dan pemersatu yang jarang antara kedua kelompok politik Palestina yang sangat bersaingan, yakni, Hamas dan Fatah. [gp]

XS
SM
MD
LG