Tautan-tautan Akses

Rakyat Korea Selatan Berharap Perdamaian akan Terwujud


Polisi Singapura mengamankan hotel St. Regis, yang akan menjadi tempat bagi acara KTT antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un hari Selasa (12/6).
Polisi Singapura mengamankan hotel St. Regis, yang akan menjadi tempat bagi acara KTT antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un hari Selasa (12/6).

Rakyat Korea Selatan optimistis Presiden Amerika Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan mencapai suatu kesepakatan untuk mengakhiri ancaman program senjata nuklir Korea Utara, pada waktu keduanya bertemu di Singapura hari Selasa (12/6).

Banyak orang di Seoul berharap pertemuan puncak mengenai nuklir antara Amerika Serikat dan Korea Utara akan meningkatkan prospek perdamaian yang langgeng di kawasan itu, meskipun tidak tercapai kesepakatan denuklirisasi yang definitif.

Cho Ik-Sung, seorang warga Seoul mengemukakan, “Yang kami inginkan adalah perdamaian. Kami berharap pertemuan puncak ini berjalan baik sehingga perdamaian terwujud di Semenanjung Korea.”

Sebelum pertemuan di Singapura antara Presiden Amerika Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, di Seoul berlangsung sejumlah demonstrasi yang dilakukan berbagai kelompok untuk mendesak kedua pemimpin agar mengakhiri kebuntuan masalah nuklir Amerika dengan Korea Utara dengan suatu perjanjian perdamaian.

Warga Korea Selatan di Seoul (9/6), melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa peta Semenanjung Korea dan menyalakan lilin, berharap bisa terwujudnya perdamaian di Korea dalam KTT Trump-Kim di Singapura.
Warga Korea Selatan di Seoul (9/6), melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa peta Semenanjung Korea dan menyalakan lilin, berharap bisa terwujudnya perdamaian di Korea dalam KTT Trump-Kim di Singapura.

Kelompok-kelompok konservatif juga menggelar demonstrasi untuk mendesak Amerika agar tidak berkompromi dengan pemerintah Kim yang menindas, yang telah melanggar janji-janji sebelumnya untuk melakukan denuklirisasi.

Tetapi jajak pendapat umum mengindikasikan dukungan kuat bagi upaya-upaya diplomatik Presiden Korea Selatan yang progresif, Moon Jae-in, untuk membujuk pemimpin Korea Utara itu agar menyetujui pembicaraan mengenai denuklirisasi.

Popularitas Kim di Korea Selatan meningkat secara signifikan setelah KTT antar-Korea pada bulan April, di mana ia dianggap oleh banyak kalangan tidak mengancam dan terbuka untuk berkompromi.

Choi Yun-mi, juga seorang warga Seoul, berkomentar, “Berkenaan dengan Pemimpin Kim Jong Un, saya dulu punya kesan negatif mengenai dia, tetapi setelah melihatnya di televisi pada KTT yang lalu, kesan saya terhadapnya sangat membaik.”

Tingkat dukungan terhadap Trump di Korea Selatan juga meningkat menjelang pertemuan puncak di Singapura.

Banyak kalangan di Seoul masih khawatir bahwa Amerika dan Korea Utara tidak akan dapat menyelesaikan perselisihan mereka karena Washington menghendaki denuklirisasi secara tuntas sebelum melonggarkan sanksi apapun dan Pyongyang menghendaki konsesi yang dikaitkan dengan setiap tahap dalam proses denuklirisasi.

Setelah sempat menarik diri dari pertemuan puncak itu sebelumnya, Trump telah menyatakan ia siap meninggalkan pertemuan tersebut apabila Kim tidak berkomitmen untuk mengakhiri program nuklirnya.

Shim Nu-ri, seorang warga Seoul, mengemukakan, “Saya khawatir Amerika Serikat mungkin membatalkan pertemuan puncak Amerika-Korea Utara lagi.”

Tetapi secara keseluruhan, warga di Seoul berharap pertemuan puncak di Singapura ini akan membuahkan hasil positif yang akan menurunkan potensi konflik militer dan memajukan proses perdamaian. [uh/lt]

Recommended

XS
SM
MD
LG