Tautan-tautan Akses

Rakyat China Rayakan 100 Tahun Partai Komunis China


Presiden China Xi Jinping (di layar televisi) memberikan pidato pada parayaan HUT ke-100 Partai Komunis China di Lapangan Tiananmen, Beijing, Kamis (1/7).

Presiden China Xi Jinping hari Kamis (1/7) menandai peringatan 100 tahun Partai Komunitas China yang berkuasa dengan peringatan bahwa upaya untuk “menindas” negaranya akan berakhir dengan pertumpahan darah.

Ratusan orang berkumpul di Lapangan Tiannamen, Beijing, untuk menyaksikan upacara penting itu, yang dimeriahkan dengan pertunjukan aerobatik spektakuler puluhan helikopter dan pesawat jet tempur.

Mengenakan jaket berkancing mirip yang dikenakan pendiri partai Mao Zedong, Xi mengatakan kepada mereka yang hadir bahwa selama 100 tahun keberadaan partai itu, mereka telah mencapai tujuan utama untuk membangun masyarakat yang makmur.

Rakyat China mengibarkan bendera nasional dalam perayaan HUT ke-100 Partai Komunis China di Lapangan Tiananmen, Beijing, Kamis (1/7).
Rakyat China mengibarkan bendera nasional dalam perayaan HUT ke-100 Partai Komunis China di Lapangan Tiananmen, Beijing, Kamis (1/7).

“Partai Komunis China dan rakyat China dengan sungguh-sungguh menyatakan kepada dunia – bahwa perjuangan mereka yang berani dan ulet – telah mengantarkan bangsa China mencapai lompatan besar untuk berdiri, meraih kekayaan, tumbuh kuat, dengan menyadari perlunya peremajaan luar biasa bangsa China ketika memasuki proses proses sejarah yang tidak dapat diubah,” ujar Xi.

Xi mengatakan rakyat China “tidak pernah mengolok-olok, menindas atau memperbudak warga negara lain, tidak di masa lalu, tidak di masa sekarang, dan tidak di masa depan.” Ini merupakan teguran terhadap tuduhan internasional atas perlakuan brutal Beijing terhadap etnis Uighur di Xinjiang dan cengkeramannya yang terus meningkat di Hong Kong.

Satu tahun yang lalu, China memberlakukan undang-undang berskala luas yang menyerukan penangkapan dan penuntutan orang-orang di Hong Kong yang dituduh membahayakan keamanan nasional China, lewat cara subversif, terorisme atau berkolusi dengan pasukan asing.

Kelompok hak asasi Amnesty International pekan ini menuduh China menciptakan kondisi “darurat hak asasi manusia” di Hong Kong, dengan membatasi kebebasan berbicara dan menangkap sejumlah pengunjuk rasa. [em/jm]

Lihat komentar (2)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG