Tautan-tautan Akses

Putra Presiden Venezuela Ikut Uji Coba Vaksin Rusia


Nicolas Maduro Guerra, putra Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan anggota Majelis Konstituen Nasional, mendengarkan ayahhya berpidato sebelum pertandingan softball di pangkalan militer Fuerte Tiuna, di Caracas, Venezuela, 28 Januari 2018. (Foto: Reuters)

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, Minggu (4/10), putranya akan mengikuti uji coba Sputnik V, vaksin virus corona yang diklaim Rusia sebagai vaksin pertama di dunia yang disetujui.

Tahap pertama vaksin itu tiba di Venezuela pada Jumat (2/10), kata pemerintah, dan 2.000 orang akan mengikuti uji coba.

"Dalam fase uji coba klinis ini, putra saya, Nicolas Ernesto Maduro Guerra, memberitahu saya tentang keputusannya untuk divaksin dengan vaksin Rusia itu, untuk mengikuti uji coba. Saya rasa ini sangat baik," kata pemimpin sosialis itu dalam pidato di jaringan TV VTV.

Saudara kandung perempuan Maduro juga seorang relawan dalam uji coba klinis itu.

Maduro Guerra, 30, juga merupakan seorang politisi dan anggota partai ayahnya, Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) yang berkuasa.

Dijuluki "Sputnik V" seperti nama satelit era-Soviet yang bersejarah, vaksin itu disambut dengan keraguan dari komunitas medis global.

Rusia pada Agustus mengklaim sebagai negara pertama yang menyetujui vaksin virus corona, meskipun masih menjalani uji klinis skala besar setelah menemui hasil menjanjikan.

Obat itu kini dalam Fase 3, uji coba manusia, dan menurut Moskow, lebih dari 40.000 relawan telah disuntik selama prosesnya.

Menurut data resmi, hingga Sabtu (3/10), Venezuela mencatat 77.646 kasus Covid-19 dari 30 juta penduduk, dan 649 kematian. Angka itu dipertanyakan oleh pihak oposisi di negara itu dan oleh organisasi internasional seperti Human Rights Watch. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG