Tautan-tautan Akses

Pusat Bisnis India Luncurkan 'Hari Bebas Kendaraan Bermotor'


Jalan di Gurgaon yang biasanya penuh dengan mobil ini terlihat cukup sepi pada hari Selasa pagi, 22 September 2015 saat diluncurkannya inisiatif 'Car Free Day' (VOA/ A. Parischa)
Jalan di Gurgaon yang biasanya penuh dengan mobil ini terlihat cukup sepi pada hari Selasa pagi, 22 September 2015 saat diluncurkannya inisiatif 'Car Free Day' (VOA/ A. Parischa)

Inisiatif kota bisnis Gurgaon ini tidak sepenuhnya sukses, tapi dipuji sebagai langkah yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi tingkat polusi dan kemacetan yang mengkhawatirkan di berbagai kota besar di India.

Untuk menyambut "Hari Bebas Kendaraan Dunia", kota pusat bisnis India, Gurgaon, mengikuti jejak ibukota New Delhi bereksperimen mengajak orang-orang untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor mereka dan meninggalkannya di rumah. Upaya ini tidak terlalu sukses, tapi dipuji sebagai aksi yang sangat diperlukan untuk mengurangi tingkat polusi dan kemacetan yang mengkhawatirkan di kota-kota India.

Tanav Mishra adalah salah satu di antara mereka yang setiap hari mengendarai mobil untuk pergi ke kantornya, meski ia tidak harus menempuh jarak yang jauh, di kota Gurgaon yang merupakan pusat bisnis.

“Kalau berangkat jam sembilan, belum tentu bisa sampai kantor jam 10," papar Mishra. "Lalu lintas di kota ini semrawut.”

Pada hari Selasa (22/9), Mishra pergi ke kantor naik kereta, mengikuti ajakan untuk mematuhi hari bebas kendaraan bermotor atau "car free day". Ia merasa senang.

“Saya bisa lihat lebih sedikit mobil yang berada di jalan. Hal seperti ini harus diberlakukan seminggu sekali," ujarnya.

Karyawan eksekutif senior dan polisi adalah beberapa di antara mereka yang rela menghadapi panas dan lembab dan naik angkutan umum atau sepeda untuk berangkat ke kantor. Pemerintah kota mengerahkan lebih banyak bus di jalan, dan layanan antar jemput tambahan dari stasiun kereta.

Jalan di kota Gurgaon biasanya padat dengan kendaraan, Selasa, 22 September, 2015. (Foto: A. Pasricha)
Jalan di kota Gurgaon biasanya padat dengan kendaraan, Selasa, 22 September, 2015. (Foto: A. Pasricha)

Namun, di kota yang tidak memiliki layanan kendaraan umum yang memadai, tidak semua orang rela meninggalkan mobil mereka di rumah dan kemacetan tetap terlihat di beberapa tempat.

Gurgaon, kota yang menjadi rumah bagi perusahaan multinasional, apartemen megah dan pertokoan mewah, tumbuh sangat pesat beberapa dekade terakhir dipicu oleh pertumbuhan ekonomi India. Tapi pertumbuhan ekonomi ini juga mempunyai dampak, jalanan menjadi penuh mobil dan kemacetan lalu lintas menjadi pemandangan sehari-hari.

Kisah serupa juga terjadi di daerah perkotaan lain di India; pertumbuhan kendaraan bermotor yang pesat menyebabkan kemacetan dan memperburuk polusi udara.

Langkah pertama

Ibukota India, New Delhi, yang paling merasakan dampaknya, kualitas udara kota ini terburuk di dunia, dan ahli kesehatan memperingatkan hal ini bisa mengancam kesehatan.

Walaupun ajakan "hari bebas kendaraan" di Gurgaon tidak terlalu sukses, Anumita Roy Choudhury dari Pusat Sains dan Lingkungan New Delhi, menyebut inisiatif ini sebagai langkah pertama yang penting. Ia berharap inisiatif ini bisa meningkatkan tekanan publik terhadap pengambil kebijakan agar menerapkan langkah-langkah pengaturan jumlah mobil di berbagai kota besar di India, seperti yang telah diberlakukan oleh kota-kota seperti Beijing, Singapura dan Hong Kong.

“Kota-kota (di India) ini harus bekerja keras untuk mengambil langkah-langkah pembatasan jumlah kendaraan," kata Choudhury.

"Kebijakan yang memungkinkan warga mendapatkan parkir gratis, mengijinkan mereka memiliki lebih dari satu mobil, semuanya berkontribusi terhadap banyaknya kendaraan bermotor yang beredar di jalan dan tidak lagi dapat ditampung oleh jalan yang tersedia. Kalau semua kota di India memiliki tingkat polusi yang parah, penyebabnya adalah tidak diterapkannya kebijakan untuk mengatasi masalah (terlalu banyaknya kendaraan) ini."

Gurgaon berharap bisa membuka jalan dengan inisiatif ini. Komisaris Polisi, Navdeep Singh Virk, yang naik sepeda ke kantornya, ingin menjadikan hari Selasa sebagai hari bebas kendaraan bermotor.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti di sini, tapi untuk dilakukan setiap minggu," kata Virk. "Kita sangat membutuhkan hal ini.”

Mereka yang harus menghadapi kemacetan di Gurgaon, seperti Deepak Rajput, sangat setuju.

“Tingkat kemacetan parah, polusi udara, (solusinya) kita memang harus mengurangi jumlah mobil,” ujarnya. [dw/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG