Tautan-tautan Akses

Puluhan Ribu Orang Berkumpul Rayakan Festival Hindu di India


Umat Hindu tiba untuk berendam suci pada kesempatan festival Makar Sankranti selama festival Magh Mela tahunan di Allahabad, India, pada 14 Januari 2022. (Foto: AFP)

Puluhan ribu orang penganut ajaran Hindu yang taat berendam bersama-sama di sungai di India utara, Jumat (14/1), tanpa menghiraukan kasus infeksi COVID-19 yang melonjak di negara itu.

Para peziarah Hindu itu tepatnya berkumpul di perairan Sangam, sekitar 200 km dari timur laut Lucknow, ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, untuk berpartisipasi dalam Magh Mela, salah satu festival agama Hindu yang diagungkan. Sangam merupakan area pertemuan tiga sungai utama di India, yakni Gangga, Yamuna dan Saraswati.

Ritual mandi di perairan tersebut diyakini umat Hindu akan menghapus dosa-dosa mereka dan membebaskan mereka dari siklus kematian dan kelahiran kembali.

Peziarah Hindu tiba di pertemuan Sungai Gangga dan Teluk Benggala, jelang festival "Makar Sankranti" di Pulau Sagar, di tengah penyebaran COVID-19 di negara bagian timur Benggala Barat, India, 13 Januari 2022. ( Foto: Reuters)
Peziarah Hindu tiba di pertemuan Sungai Gangga dan Teluk Benggala, jelang festival "Makar Sankranti" di Pulau Sagar, di tengah penyebaran COVID-19 di negara bagian timur Benggala Barat, India, 13 Januari 2022. ( Foto: Reuters)

Pertemuan serupa di festival Hindu tahun lalu di kota Haridwar, di negara bagian Uttarakhand, membantu menyebarkan varian delta dengan cepat di negara itu dan menjadikan India salah satu negara yang paling parah dilanda COVID-19 di dunia. Pakar epidemiologi menggambarkan festival itu sebagai “acara superspreader''.

Infeksi virus corona, yang dipicu oleh varian omicron, meningkat pesat di berbagai penjuru India. Negara itu melaporkan lebih dari 264.000 infeksi baru pada hari Jumat tetapi kasus rawat inap tetap relatif rendah.

Jutaan umat Hindu diperkirakan akan memadati festival itu selama 47 hari ke depan. Ada kekhawatiran bahwa para peziarah itu dapat terinfeksi dan membawa virus kembali ke kota dan desa mereka di bagian lain di negara itu. Sejauh ini, sudah ada 77 polisi dan 12 staf kebersihan yang dikerahkan untuk acara tersebut yang dinyatakan positif terkena virus.

“Ini akan menjadi acara superspreader. Pemerintah seharusnya tidak mengizinkan jemaah dalam jumlah besar karena jemaah agama dalam dua tahun terakhir terbukti bertanggung jawab menyebarkan virus mematikan ini di seluruh negeri,'' kata Utkarsh Mishra, seorang pengacara yang telah mengajukan petisi di Pengadilan Tinggi Allahabad yang meminta agar festival itu dibatalkan.

Khawatir dengan peningkatan infeksi, pihak berwenang di negara bagian Uttarakhand telah melarang pertemuan serupa.

Sejumlah pakar kesehatan sebelumnya juga mengimbau agar festival itu dibatalkan di negara bagian Uttar Pradesh, tetapi pemerintah setempat tetap mengizinkannya dengan alasan akan tetap menegakkan aturan keselamatan. [ab/uh]

Lihat komentar (1)

Recommended

XS
SM
MD
LG