Tautan-tautan Akses

AS

Protes Malam Kedua di St. Louis Berubah Jadi Kekerasan


Polisi menangkap seorang pria dalam upaya mereka membubarkan kerumunan yang melakukan kekerasan, 16 September 2017, di University City, Missouri. Sebelumnya, para demonstran melakukan protes dalam sebagai respon terhadap keputusan pengadilan yang menetapkan seorang petugas polisi St. Louis Jason Stockley tidak bersalah dalam kasus penembakan seorang pria kulit hitam.

Aksi protes di St. Louis, Missouri, terkait keputusan tidak bersalah pengadilan bagi seorang polisi kulit putih yang didakwa melakukan pembunuhan terhadap seorang pria kulit hitam, berubah menjadi aksi kekerasan, Sabtu malam (16/9). Padahal demonstrasi itu sendiri berlangsung damai pada siang harinya.

Sekelompok kecil demonstran memecahkan jendela-jendela dan melempari polisi dengan berbagai benda, Sabtu malam, di kawasan Delmar Loop, St. Louis. Di kawasan itu terdapat lebih dari 100 unit usaha bergengsi, termasuk restoran, galeri, butik pakaian, toko cenderamata dan pusat hiburan.

Polisi anti huru-hara segera datang dan mengatasi kekacauan. Mereka juga melakukan sejumlah penangkapan.

Sebelumnya hari Sabtu, beberapa ratus orang melangsungkan pawai damai dengan memasuki dua mal di kawasan pinggiran St. Louis. Para demonstran meneriakkan kata-kata seperti "black lives matter" (hidup orang-orang kulit hitam berarti) dan “adalah kewajiban kita untuk memperjuangkan kemerdekaan”.

Kelompok band U2 mengumumkan Sabtu pagi, mereka membatalkan konser meeka yang tadinya direncanakan berlangsung Sabtu malam di St. Louis. Mereka beralasan, mereka tidak yakin polisi kota itu akan dapat memberikan proteksi memadai untuk konser mereka.

Penyanyi Inggris Ed Sheeran juga membatalkan konsernya yang menurut rencana digelar Minggu. Perwakilannya mengatakan, ia mengkhawatirkan keselamatan para penggemarnya. St. Louis Symphony Orchestra juga membatalkan konser mereka yang berjudul "Harry Potter and the Chamber of Secrets" pada Sabtu malam. [ab]

XS
SM
MD
LG