Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Trump Kecam Pakistan Atas Dusta dan Tipu Daya

  • Ayaz Gul

Presiden AS Donald Trump tiba di Bandara Internasional Palm Beach di West Palm Beach, Florida menuju pesawat Air Force One yang akan membawanya kembali ke Washington, 1 Januari 2018.

Presiden Amerika President Donald Trump sekali lagi menuduh Pakistan melindungi teroris yang pengikutnya bertempur di Afghanistan.

Dalam cuitan Twitternya yang pertama tahun 2018, Trump menulis,” Amerika secara bodoh telah memberikan bantuan 33 miliar dolar kepada Pakistan selama 15 tahun terakhir, dan Pakistan hanya memberikan dusta dan tipu daya, berpikir bahwa para pemimpin Amerika tolol. Mereka memberikan tempat berlindung dan bantuan kepada teroris yang kita kejar di Afghanistan. Tidak akan lagi!.”

Washington sejak lama menuduh Islamabad, khususnya badan-badan intelijen negara itu, menutup mata atau diam-diam membantu Taliban Afghanistan dan Jaringan Haqqani melakukan serangan lintas batas terhadap pasukan Afghanistan dan Amerika. Tidak jelas apakah Trump mengancam akan menghentikan bantuan finansial untuk Pakistan.

Amerika bulan Agustus mengisyaratkan akan menahan sampai 255 juta dolar bantuan militer sampai Pakistan menindak kaum ekstremis.

Kongres Amerika telah menyetujui Dana Dukungan Koalisi sebesar 700 juta dolar untuk mengganti pengeluaran Pakistan untuk kegiatan yang dilakukan dalam mendukung operasi Amerika di Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif mengatakan kepada stasiun televisi lokal Geo News, “Kami telah katakan kepada Amerika bahwa kami tidak akan melakukannya lagi, jadi kata-kata “tidak akan lagi” dari Trump tidak ada artinya.”

Asif mengatakan Pakistan akan mengungkap rincian bantuan yang sudah diterima dari Amerika.

“Insha Allah kami akan segera menanggapi cuitan Presiden Trump. Kami akan membuat seluruh dunia tahu perbedaan antara fakta dan fiksi,” kata Asif melalui akun Twitter resmi.

Islamabad membantah tuduhan bahwa pihaknya melindungi pemberontak Afghanistan dan berbalik menyatakan bahwa militan anti-pemerintah menggunakan Afghanistan untuk melancarkan serangan ke Pakistan.

Trump mengungkap kebijakan baru mengenai Asia Selatan bulan Agustus, di mana Pakistan dituduh memberikan tempat berlindung kepada teroris.

Para pejabat Amerika juga telah memperingatkan bahwa jika Islamabad tidak mengambil tindakan terhadap tempat-tempat persembunyian teroris di Pakistan, Washington akan melakukannya sendiri.

Militer Pakistan pekan lalu memperingatkan Washington agar tidak melakukan tindakan militer secara unilateral di wilayah Pakistan, dan mengatakan bahwa tuduhan Amerika menyangkut tempat persembunyian teroris di Pakistan “tidak berdasar” dan “tidak lagi berlaku” karena operasi keamanan “secara tidak pandang bulu” telah menarget semua kelompok teroris.

“Kami membayar mahal dengan darah dan harta. Kami telah berbuat cukup dan tidak dapat melakukan lebih banyak lagi untuk siapapun juga,” kata juru bicara militer Mayor Jenderal Asif Ghafoor.” [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG