Tautan-tautan Akses

Presiden Rusia, Ukraina akan Lakukan Pertemuan Tatap Muka Pertama di Paris


Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan bertemu di Paris.

Para pemimpin Rusia dan Ukraina akan mengadakan pertemuan tatap muka yang pertama di Paris tanggal 9 Desember untuk mengakhiri perang selama lima tahun antara pasukan pemerintah Ukraina dengan para pemberontak pro-Rusia di bagian timur negara itu.

Sejak lima tahun lalu, pemerintah Ukraina terlibat perang melawan kelompok separatis pro-Rusia di kawasan Donbas, Ukraina Timur. 13.000 warga Ukraina tewas sejak itu.

Pemerintah Rusia mengatakan tidak ikut campur dalam perang itu walaupun ada tentara Rusia yang disebutnya sebagai “sukarelawan” yang terlibat. Negara-negara Eropa berulang kali mencoba dan gagal untuk mengakhiri kekerasan itu.

Kini ada pendatang baru, Presiden Volodymyr Zelensky, seorang aktor komedi yang menang dalam pemilihan presiden tahun ini. Ia berjanji akan mengakhiri perang di Ukraina timur.

Pakar Rusia Andrey Kortunov dari Dewan Internasional Rusia mengatakan, “Ia menjanjikan akan menciptakan perdamaian, dan ia tampaknya sedang berusaha mencapai hal itu. Kami melihat adanya keluwesan dari pihak Ukraina yang memungkinkan dicapainya beberapa perjanjian yang spesifik.”

Kedua pihak bulan September lalu berhasil mengadakan perjanjian tukar menukar tawanan, dan bulan lalu Rusia mengembalikan tiga kapal angkatan laut Ukraina yang disita tahun lalu. Tapi pengembalian kapal-kapal itu menjadi masalah karena Ukraina menuduh Rusia telah mempreteli kapal-kapal itu sehingga tidak bisa dipakai lagi.

Pol-pol yang diadakan di Rusia menunjukkan adanya “dampak Zelensky”, karena propaganda Rusia yang menjelek-jelekkan Ukraina sudah mulai melunak.

Kata warga Moskow, Sergei, “Ia adalah tokoh populer di Rusia. Ia bintang televisi yang film-filmnya dipertunjukkan di Rusia beberapa tahun lalu. Citra yang ditampilkannya lebih baik dari presiden sebelum ini.”

Boris Kagarlitsky dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Sosial di Moskow mengatakan, “Jutaan orang di Rusia pernah melihatnya di televisi dan bioskop, dan tertawa mendengar lawakannya. Ia lucu, dan musuh biasanya tidak lucu, tapi menakutkan.”

Tapi hal-hal yang lucu itu tidak sampai ke Donbas, yang direbut oleh pemberontak pro-Rusia, dan Rusia tampaknya menginginkan status khusus bagi kawasan Donbas itu.

Sementara itu, Zelensky sedang menghadapi tantangan politik lainnya. Usahanya untuk berdamai dengan Rusia telah membuat marah pasukannya karena keterlibatan Zelensky dalam sidang-sidang pemakzulan presiden Trump membuat dipertanyakannya dukungan Amerika bagi Ukraina.

Karena kompleksnya masalah, kedua pihak mengisyaratkan akan dicapainya perjanjian untuk mengirim minyak dan gas alam Rusia lewat Ukraina ke Eropa, yang mungkin merupakan perjanjian yang bisa dicapai di Paris nanti. (ii)

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG