Tautan-tautan Akses

Presiden Korsel Enggan Bahas Pertemuan Dengan Korut


Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (tengah) mengunjungi Main Press Center (MPC), tempat awak media bekerja melaporkan Olimpiade Musim Dingin, di resor Alpensia, Pyeongchang, Korea Selatan, 17 Februari 2018.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (tengah) mengunjungi Main Press Center (MPC), tempat awak media bekerja melaporkan Olimpiade Musim Dingin, di resor Alpensia, Pyeongchang, Korea Selatan, 17 Februari 2018.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Sabtu (17/2), mengatakan dia berharap upayanya untuk menjalin hubungan dengan Korea Utara dalam Olimpiade juga akan membantu menjalin hubungan lebih baik antara Korea Utara dengan Amerika Serikat, dan memulai perundingan mengenai pemusnahan program nuklir Korea Utara.

Tapi Moon enggan menjawab pertanyaan dari Associated Press mengenai apa yang harus terjadi sebelum dia menerima undangan diktator Korea Utara Kim Jong Un untuk mengadakan pertemuan tingkat tinggi. Dia sebelumnya mengatakan “jangan membahas terlalu jauh” soal pertemuan tingkat tinggi .

Baca: Meski Berjalan Lambat, Diplomasi Olimpiade Korsel Capai Kemajuan

Moon belum menerima tawaran Korut, yang disampaikan pada 10 Februari oleh adik perempuan Kim, Kim Yo Jong. Moon hanya mengatakan bahwa kedua Korea harus “menciptakan kondisi” untuk perundingan.

Ada satu alasan mengapa Moon sangat berhati-hati: Amerika Serikat.

Moon kemungkinan besar ingin perundingan dengan Korea Utara juga diikuti dengan membaiknya hubungan antara Korea utara dan Amerika Serikat, supaya tidak menjauhkan sekutu Korsel paling penting itu. AS mempertahankan kehadiran 28.500 tentara di Korea Selatan untuk menangkal serangan Korea Utara. [vm/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG