Tautan-tautan Akses

Presiden Hungaria Tanda Tangani UU Baru Ancam Universitas Soros


Para pengunjuk rasa mengangkat poster yang bertuliskan “Jangan Tanda Tangani, Janos” merujuk pada Presiden Janos Ader seraya berunjuk rasa menentang perubahan undang-undang pendidikan tinggi yang dipandang banyak orang sebagai tindakan yang ditujukan untuk menutup Central European University, yang didirikan oleh milyader dan pengusaha Amerika kelahiran Hungaria, George Soros di depan gedung parlemen di Budapest, Hungaria, tanggal 9 April 2017 (foto: Zoltan Balogh/MTI via AP)

UU kontroversial mengenai universitas asing yang oleh para pengecam dikatakan akan memaksa ditutupnya lembaga internasional terkenal yang didanai oleh penyandang dana Amerika, George Soros akhirnya ditandatangani oleh Presiden Hungaria.

Presiden sayap kanan Hungaria telah menandatangani UU kontroversial mengenai universitas-universitas asing yang oleh para pengecam dikatakan akan memaksa ditutupnya lembaga internasional terkenal yang didanai oleh penyandang dana Amerika, George Soros.

Penandatanganan hari Senin oleh Presiden Janos Ader itu dilakukan kurang dari sehari setelah puluhan ribu orang berdemonstrasi di Budapest tengah, menentang UU yang dianggap menyasar Central European University/ CEU.

Soros mendirikan CEU, institusi berbahasa Inggris dengan 1400 mahasiswa dari 100 negara lebih tahun 199, setelah jatuhnya Uni Soviet. Pada waktu itu langkah penyandang dana itu dipuji membantu transisi Hungaria dari era komunisme selama beberapa dekade menjadi demokrasi dengan mengajarkan ide-ide demokrasi.

UU yang ditanda tangani hari Senin itu mewajibkan ke 28 universitas asing yang beroperasi di Hungaria mempunyai kampus di negara asalnya. Para pengecam selama berbulan-bulan menunjukkan CEU adalah satu-satunya diantara 28 universitas itu yang tidak mempunyai cabang di luar negeri, memicu kekhawatiran luas bahwa UU itu ditujukan untuk menolak akses anak-anak muda pada CEU yang condong Barat dan kurikulum pro demokrasinya.

UU baru itu juga melarang perguruan tinggi dan universitas yang berkantor pusat di luar Uni Eropa memberi diploma Hungaria tanpa persetujuan pemerintah.

Tanpa persetujuan semacam itu, UU itu akan melarang universitas menerima mahasiswa baru setelah 1 Januari 2018 dan memaksa penutupannya tahun 2021.

Media pemerintah mengutip presiden Ader, hari Senin berkeras UU baru itu “tidak mencampuri kebebasan belajar atau mengajar” yang tertuang dalam konstitusi Hungaria.

Meski demikian minggu lalu, kedutaan Amerika di Budapest mengeluarkan pernyataan kritis mengenai UU itu sambil menuduh anggota parlemen yang mendukung, menyasar universitas yang didirikan Soros. Duta besar berkuasa penuh David Kostelancik juga mengatakan Amerika “akan terus mengupayakan kemandirian operasi CEU tidak terganggu di Hungaria”. [my/al]

XS
SM
MD
LG