Tautan-tautan Akses

Premier Oil, Petrovietnam Tanda Tangan MOU Penjualan Gas dari Blok Tuna


CEO Premier Oil Tony Durrant (kanan), Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (tengah) dan CEO Petrovietnam Nguyen Vu Truong Son (kiri) berjabat tangan setelah menandatangani nota kesepahaman penjualan gas dari Wilayah Kerja Tuna di Laut Natuna Utara ke Vietnam, di sela KTT APEC di Vietnam, pekan lalu. (Courtesy Photo: SKK Migas)

Premier Oil dan Petrovietnam menandatangani nota kesepahaman untuk penjualan gas dari Wilayah Kerja Tuna, di Laut Natuna Utara, ke Vietnam, Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas) mengatakan dalam siaran pers, Selasa (14/11).

Sebagai operator Wilayah Kerja Tuna, Premier Oil akan mengembangkan Lapangan gas Kuda Laut dan Lapangan Singa Laut, dengan target pengaliran gas pada 2023, menurut SKK Migas dalam siaran persnya.

Gas yang hasilkan dari Wilayah Kerja Tuna akan dialirkan ke Nam Con Son Pipeline System di Vietnam, melalui pipa lintas batas negara yang sedang dibangun, kata SKK Migas menambahkan. Petrovietnam adalah perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Vietnam.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan dalam siaran pers, penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan akan memberikan kepastian pengembangan cadangan gas alam di Wilayah Kerja Natuna.

“Kerja sama ini akan diikuti dengan kerja sama untuk mengelola wilayah perbatasan,” ujar Amien, yang ikut menyaksikan penandatanganan MOU di di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) 2017 di Da Nang, Vietnam, pekan lalu.

Premier Oil, perusahaan minyak asal Inggris, memiliki hak kelola sebesar 65 persen di Wilayah Kerja Tuna PSC dari pemerintah Indonesia dan bermitra dengan MOECO yang memiliki hak kelola sebesar 25 persen dan GS Energy dengan hak kelola 15 persen. [fw/au]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG