Tautan-tautan Akses

AS

Pompeo Akhiri Kunjungan Bersejarah ke Suriname, Guyana


Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Georgetown pada 18 September 2020. (Foto: AFP)

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam kunjungan bersejarah pertama kalinya ke Suriname dan Guyana bertemu dengan para pemimpin negara itu membahas perkembangan ekonomi setelah temuan ladang minyak baru-baru ini di kedua negara.

Pompeo, Kamis (17/9), bertemu Presiden Suriname, Chan Santokhi, dan hari Jumat (18/9) dengan Presiden Guyana, Irfaan Ali. Kedua presiden itu baru terpilih.

Pada tahun 2015, Exxon mengumumkan penemuan cadangan minyak yang besar di lepas pantai Guyana, negara termiskin kedua di Amerika Selatan. BBC juga melaporkan minyak mentah senilai 5,5 miliar barel itu dapat menjadikannya negara terkaya di benua tersebut.

Exxon sudah beroperasi di Suriname.

Dalam briefing singkat, Jumat (18/9) Ali dan Pompeo menyatakan belum membahas kesepakatan Exxon dengan Guyana.

Pompeo mengemukakan negosiasi antara Exxon dan pemerintah Guyana, ia sebut negosiasi "model Amerika."

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri kepada para wartawan menyatakan Pompeo “melalui pertemuan ini akan menyoroti upaya sejumlah perusahaan AS di seluruh belahan dunia untuk dapat berinvestasi secara transparan dan bertanggung jawab."

“Ini sangat kontras dengan China yang memberi pinjaman predator dan proyek unjuk gigi yang membebani negara-negara Barat dengan utang yang tidak berkelanjutan," pejabat itu menambahkan.

China telah mendekati Guyana dan Suriname saat keduanya sedang mencari investasi asing.

Dari Guyana, Pompeo bertolak ke Brasil pada Jumat malam untuk melakukan pembicaraan dengan menteri luar negeri Brasil. [mg/pp]

XS
SM
MD
LG