Tautan-tautan Akses

Polyglot Ellen Jovin Gelar Meja Bahasa di 47 Negara Bagian AS


Ellen Jovin memasang "Grammar Table" di Charleston, South Carolina, pada November 2019. (Foto: Courtesy/Ellen Jovin)

Seorang perempuan ahli bahasa asal New York membawa meja lipat keliling AS, menyediakan tempat, waktu dan keahlian untuk membantu masyarakat memahami tata bahasa yang seringkali membingungkan. Dalam perjalanannya, Ellen Jovin yang menguasai beberapa bahasa ini, tidak hanya ditanya soal bahasa Inggris, tapi juga bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia.

Ellen Jovin pertama kali memasang meja lipat bertanda "Grammar Table" pada 2018 tak jauh dari apartemennya di New York City.

"Awalnya iseng saja memasang meja yang menerima segala pertanyaan terkait tata bahasa. Meja saya didatangi orang hanya dalam 30 detik."

Ellen Jovin (tengah) berbincang dengan seorang pengunjung (kiri) di Venice Beach, California, direkam oleh suami Jovin, Brandt Johnson (kanan). (Foto: Courtesy/Ellen Jovin)
Ellen Jovin (tengah) berbincang dengan seorang pengunjung (kiri) di Venice Beach, California, direkam oleh suami Jovin, Brandt Johnson (kanan). (Foto: Courtesy/Ellen Jovin)

Pertanyaan yang diajukan mulai dari kosakata, tata bahasa sampai pemakaian tanda baca.

Meja grammarnya populer dan mendapat sorotan media nasional.

Pada 2019 hingga sebelum pandemi, Ellen yang seorang polyglot atau mahir beberapa bahasa ini, membawa "Grammar Table" ke 47 dari 50 negara bagian di seluruh Amerika Serikat."

Pengunjung mejanya kian beragam, begitu pula pembahasannya. Bukan hanya bahasa Inggris, tapi juga bahasa asing.

"Ada satu pasangan mendatangi saya dan bertanya apakah saya bisa bahasa Indonesia, saya bilang hanya sedikit. Dia lalu memberitahu saya cara membentuk kata jamak dan membantu saya mengingat beberapa kata yang dulu pernah saya pelajari," cerita Jovin.

Sebagai seorang tokoh polyglot, nama Ellen cukup dikenal dalam komunitas pencinta bahasa di Indonesia. Dia pernah diundang sebagai pembicara dalam perkumpulan yang diadakan secara jarak jauh oleh komunitas Polyglot Indonesia pada 2018.

"Ellen mengajari teman-teman dalam konferensi polyglot tentang bagaimana menjadi seorang polyglot, karena itu yang paling banyak ditanyakan," kata Mira Zakaria, Direktur Polyglot Indonesia.

"Itu momen yang cukup emosional bagi saya. Berkat kemampuan bahasa dan internet, kita bisa mendatangi tempat baru dan terkoneksi dengan orang-orang yang belum pernah dikenal sebelumnya," ujar Jovin.

Ellen Jovin bersama Jonathan Fulmer dari Departemen Pemadam Kebakaran Kota Johnson membahas seputar tata bahasa Inggris. (Foto: Courtesy/Ellen Jovin)
Ellen Jovin bersama Jonathan Fulmer dari Departemen Pemadam Kebakaran Kota Johnson membahas seputar tata bahasa Inggris. (Foto: Courtesy/Ellen Jovin)

Hingga kini, Ellen telah menulis sedikitnya tujuh buku mengenai bahasa. Dan kini sedang menulis sebuah buku baru berisi pengalamannya memandu "Grammar Table" di 47 negara bagian Amerika. Buku yang diberi judul "Rebel with a Clause" itu akan dirilis pada musim semi 2022.

Untuk sementara, "Grammar Table" tidak berjalan selama pandemi, namun Ellen bertekad akan memulainya lagi setelah situasi lebih aman. [vm/nr]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG