Tautan-tautan Akses

Polda Jateng Ikut Buru Jaringan Terduga Teroris Bekasi

  • Yudha Satriawan

Simulasi anti-teror oleh polisi di Solo, Jawa Tengah. (Foto: Dok)

Kepolisian Daerah Jawa Tengah sudah mengetahui identitas dan alamat anggota-anggota jaringan terduga teroris yang ditangkap di Bekasi.

Menyusul tertangkapnya tiga terduga teroris di Bekasi, Sabtu sore (10/12), Detasemen Khusus 88 Anti-Teror bekerjasama dengan beberapa personel kepolisian mengembangkan kasus ini dan memburu anggota-anggota jaringan teroris di kota-kota lain.

Dalam konferensi pers seusai penangkapan, polisi di Jakarta mengatakan bom rakitan dalam panci tekan atau pressure cooker yang ditemukan di rumah kos di Bekasi, tidak dirakit di sana tetapi di tempat lain. Ditambahkan, seorang terduga teroris telah ditangkap di Solo. Namun Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono, yang ditemui VOA di Solo Sabtu malam, membantah adanya penangkapan itu. Meskipun demikian polisi sudah mengetahui identitas dan alamat anggota-anggota jaringan terduga teroris yang ditangkap di Bekasi itu.

“Terkati dengan informasi pengembangan yang di Bekasi, untuk di Solo ini memang belum dilakukan penangkapan. Tetapi memang sedang dilakukan deteksi alamat. Alamatnya sudah ada, kita kantongi, tetapi untuk di Solo belum dilakukan penangkapan," ujarnya.

"Kita sudah instruksikan kepada seluruh Kapolres jajaran di Jawa Tengah untuk mewaspadai aksi-aksi terorisme, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru. Apalagi sudah ada penangkapan di Bekasi, dan juga ada kaitannya dengan jaringan teroris di Solo”.

Meskipun enggan membeberkan terduga teroris yang sedang diburu Densus 88, namun VOA memperoleh informasi adanya penangkapan terduga teroris di Karanganyar, kota kecil yang berbatasan dengan Solo, Sabtu malam.

Terduga teroris berinisial SY alias Abu Izzah itu diduga merupaka perakit bom yang ditemukan di Bekasi. Dalam olah tempat kejadian perkara awal, polisi berhasil menjinakkan bom rakitan berdaya ledak tinggi itu.

Dalam perkembangan lainnya, menindaklanjuti instruksi Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono mengenai pengetatan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru, Kapolresta Solo Kombes Pol. Achmad Lutfi mengatakan sudah menurunkan sedikitnya 700 polisi untuk menjaga seluruh tempat ibadah dan fasilitas publik di Solo.

“Yang jelas untuk pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru, saya buat ring 1, 2 dan 3. Plotting (penempatan) anggota saya lakukan di seluruh gereja, baik besar maupun kecil. Kita sebar semua anggota itu. Tahun ini saya jamin aman. Solo sudah terbukti berulangkali menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru yang selalu aman. Kekuatan personil ada 770. Itu nanti termasuk pengamanan ibadah di ruang publik. Semua akan ter-cover selama ada pemberitahuan pada kami," ujarnya. [em]

XS
SM
MD
LG