Tautan-tautan Akses

Polri Temukan Beberapa Kesamaan Bom Kampung Melayu dengan Bom Bandung

  • Fathiyah Wardah

Wakapolri Komjen Syafuddin (sedang menelpon) di lokasi kejadian ledakan bom bunuh diri di halte busway Terminal Kampung Melayu Jakarta Rabu (24/5). (foto: VOA/Andylala Waluyo)

Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) menyatakan barang bukti yang ditemukan memiliki beberapa kesamaan antara Bom Kampung Melayu dengan ledakan bom di Bandung beberapa waktu lalu.

Dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (25/7) Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, mengatakan di tempat perkara ditemukan barang bukti berupa beberapa potongan tubuh, lempengan aluminium, serpihan kain, serpihan ransel, pakaian korban, material-material yang diduga bahan bom, kabel, casing telepon, KTP, salinan KTP, struk pembelian panci di sebuah minimarket di Padalarang, Senin lalu (22/5).

Menurut Setyo, dari barang bukti ditemukan ada beberapa kesamaan antara Bom Kampung Melayu dengan bom di Bandung beberapa waktu lalu. Dia mengatakan polisi akan terus mendalami pembelian panci yang dilakukan pada Senin lalu (22/5) jam sembilan pagi di sebuah pasar swalayan di Padalarang, Jawa Barat.

“Untuk detailnya tentunya hasil rekonstruksi dari teman-teman labfor akan disampaikan lagi tetapi saya ingin sampaikan bahwa barang bukti yang ditemukan ada beberapa kesamaan dengan kasus yang terjadi di Bandung beberapa waktu lalu. Kemudian terkait struk ini akan kami dalami lagi,” ujar Irjen Setyo Wasisto.

Setyo Wasisto mengaku belum mendapat informasi apakah ditemukan catatan bertulisan Lake Toba dan HKBP di lokasi kejadian.

Dia menambahkan bom kampung melayu dilakukan oleh dua pengebom bunuh diri. Keduanya meninggal dunia. Sementara ini, kata Setyo, Polri masih melakukan identifikasi terhadap kedua pelaku bom tersebut.

Irjen Setyo Wasisto mengatakan dalam peristiwa ledakan itu, terjadi dua kali ledakan di dua posisi yang berbeda. Ledakan pertama, lanjutnya, terjadi pukul 21.00 WIB dan ledakan kedua terjadi lima menit setelahnya. Setyo mengatakan tempat kejadian perkara adalah terminal Kampung Melayu.

Ledakan pertama, lanjutnya, terjadi di depan toilet umum dan ledakan kedua di dekat halte Busway, berjarak 5-10 meter antara tempat ledakan pertama dan kedua.

Anggota kepolisian yang menjadi korban dari peledakan itu, lanjutnya, tiga meninggal dunia dan enam orang luka-luka. Mereka yang meninggal adalah Bripda Topan (sudah dimakamkan), Bripda Ridho Setiawan (akan dimakamkan di Lampung), Bripda Imam Galang Adinata (dimakamkan di Klaten). Kapolri, tambahnya, akan memberikan kenaikan satu tingkat untuk anggota polisi yang meninggal itu.

Sementara anggota polisi yang luka-luka Bripda Ferry, Bripda Yogi, Bripda M. Puji, Bripda Syukron, Bripda Pandu Dwi L., dan Bripda M. Alagung. Semua korban baik yang meninggal maupun luka-luka merupakan anggota Unit I Pleton IV Dit Sabhara Polda Metro Jaya.

Sedangkan masyarakat sipil yang luka-luka, Agung dan Damai (supir Kopaja), Taty (karyawan BUMN), Susi A. Fitriani dan Jihan (mahasiswi).

Kepala Bagian Penerangan Umum Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Besar Awi Setiyono kepada wartawan usai konferensi pers di kantornya, mengatakan bom bunuh diri yang terjadi di terminal Kampung Melayu semalam rupanya terkait ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Namun Awi belum bisa memastikan dari kelompok mana pelaku berasal.

“Iya ada hubungannya dengan ISIS. Bom nya pak? Kan tadi sudah dibilang Panci,” ujar Kombes Awi Setiyono.

Ledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu itu berlangsung dua hari setelah bom bunuh diri di Manchester Arena di Kota Manchester, Inggris. Insiden seusai konser penyanyi Ariana Grande itu menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas kejadian itu. [fw/lt]

XS
SM
MD
LG