Tautan-tautan Akses

Polisi Mesir Tutup Pusat Layanan Korban Penyiksaan


Wartawan investigasi Hossam Bahgat dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri dan pengadilan Mesir telah membekukan aset-asetnya (foto: ilustrasi).

Polisi Mesir hari Kamis (9/2) menutup sebuah organisasi yang memberi perawatan pada korban penyiksaan dan trauma. Seorang psikolog di Mesir Aida Seif el-Dawla mengatakan kepada Associated Press, ketika mereka tiba di Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Al Nadeem, tempat itu sudah ditutup oleh polisi dan petugas di pintu depan telah dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Ia dibebaskan tak lama kemudian.

Penutupan pusat layanan – yang memberikan terapi pada korban penyiksaan dan pelanggaran dokumen oleh polisi – terjadi ketika Seif al-Dawla sedang melawan perintah pengadilan untuk menutup pusat layanan itu. Perintah yang dikeluarkan pada Maret 2016 itu tidak pernah diumumkan pada publik, tetapi dilaporkan didasarkan pada klaim pemerintah bahwa pusat itu melanggar aturan Kementerian Kesehatan Mesir.

Pusat layanan itu juga merupakan salah satu dari sejumlah LSM yang sedang diselidiki atas tuduhan menerima dana dari negara-negara di luar Mesir secara ilegal.

Puluhan organisasi bisa menghadapi tuntutan serupa terkait kasus dana dari luar negeri tersebut. Wartawan investigasi terkenal Hossam Bahgat, aktivis HAM Gamal Eid dan beberapa orang lain telah dilarang melakukan perjalanan ke luar Mesir dan pengadilan juga telah membekukan aset-aset mereka.

Kelompok-kelompok HAM menuduh polisi Mesir secara rutin melakukan penyiksaan terhadap tahanan dan menangkap tersangka aktivis atau anggota Ikhwanul Muslimin tanpa melaporkan penangkapan mereka. Pemerintah menyangkal bahwa penyiksaan itu sistemik, dengan mengatakan hanya melakukannya pada kasus-kasus tertentu.

Pada tahun 2016 pusat layanan Seif el-Dawla mencatat 600 kasus penyiksaan oleh polisi dan hampir 500 orang tewas oleh aparat keamanan, 100 diantaranya terjadi di dalam penjara. [em/ii]

XS
SM
MD
LG