Tautan-tautan Akses

Polisi Kazakhstan Tahan Puluhan Aktivis pada Demonstrasi Hari Kemerdekaan


Polisi Kazakhstan menahan seorang aktivis dalam aksi protes di Almaty (foto: dok).

Para pejabat keamanan untuk kedua kalinya dalam beberapa jam menahan puluhan aktivis oposisi dan hak-hak sipil di Kazakhstan ketika mereka berunjuk rasa untuk menyerukan pemberian hak-hak yang lebih besar dan pembebasan semua tahanan politik.

Wartawan RFE/RL mengatakan polisi menahan sekurangnya 50 demonstran di ibu kota, Nur-Sultan, dan sekitar 40 demonstran di kota terbesar di negara Asia Tengah itu, Almaty, pada 16 Desember, yang merupakan Hari Kemerdekaan Kazakhstan

Protes-protes 16 Desember juga bertepatan dengan peringatan 33 tahun demonstrasi masal anti-Soviet yang dikenal sebagai Zheltoqsan (Desember) di bekas ibukota Kazakhstan, Almaty dan peringatan delapan tahun penumpasan polisi yang mematikan terhadap demonstrasi pekerja minyak di kota barat daya Zhanaozen .

Para pengunjuk rasa di Nur-Sultan membawa poster bertuliskan, "Zhanaozen - Zheltoqsan. Kami Tidak Akan Pernah Lupa, Tidak akan Pernah Memaafkan." Para demonstran juga menuntut agar tanggal 16 Desember diperingati sebagai hari berkabung.

Seorang wakil pemerintah kota berusaha membujuk demonstran untuk meninggalkan lokasi itu dan mengatakan demonstrasi itu tidak diizinkan oleh pihak berwenang dan oleh karena itu ilegal, tetapi masa mengabaikan seruannya.

Di Almaty, demonstran meneriakkan, "Bangkit, Kazakhstan," "Kazakhstan Tanpa Nazarbaev" dan, "Pemimpin Tua, Pergilah!"

Presiden Nursultan Nazarbaev, yang memerintah Kazakhstan selama hampir 30 tahun, mendadak mengundurkan diri pada bulan Maret dan memilih Presiden saat ini, Qasym-Zhomart Toqaev sebagai penggantinya. Nazarbaev masih terus mengendalikan ekonomi, dan politik negara itu lewat jabatannya sebagai pemimpin partai Nur-Otan yang berkuasa di negara itu dan Dewan Keamanan yang berpengaruh. (my/jm)

Recommended

XS
SM
MD
LG