Tautan-tautan Akses

PM Spanyol Ingin Ambil Alih Pemerintahan Catalan, Warga Terkejut


Demonstran memegang poster dalam protes menentang keputusan pengadilan untuk memenjarakan pemimpin masyarakat, di Barcelona, 21 Oktober 2017.

Spanyol Sabtu mengumumkan rencana untuk memecat para pemimpin separatis Catalonia, menggantinya dengan orang-orang mereka sendiri dan menyelenggarakan pemilihan lokal baru. Rencana ini dilakukan dengan menggunakan kewenangan konstitusional yang belum pernah digunakan sebelumnya untuk mengendalikan wilayah makmur yang mengancam akan memisahkan diri itu.

Presiden Catalonia menanggapi dengan mengeluarkan ancaman kemerdekaan terselubung, dengan mengatakan kepada para anggota parlemen agar mengajukan rencana untuk menangkis upaya Spanyol menghapus pemerintah otonomi Catalonia.

Warga Catalan yang moderat pun terkejut atas langkah tersebut. Mereka menyambut pernyataan Perdana Menteri Mariano Rajoy dengan memukul-mukul panci dan membunyikan klakson mobil di jalan-jalan Barcelona, ibukota kawasan itu.

Dalam pidato yang ditayangkan televisi Sabtu larut malam, Presiden Catalan Carles Puigdemont menyebut rencana Rajoy untuk memecatnya dan kabinetnya sebagai "upaya mempermalukan" Catalonia dan suatu "serangan terhadap demokrasi." Ia meminta parlemen Catalonia agar membahas dan memutuskan tentang upaya menghapus pemerintahan otonomi dan demokrasi Catalan, dan mengambil tindakan sepatutnya.

Puigdemont menyebut langkah Rajoy sebagai "serangan terburuk" terhadap rakyat dan institusi-institusi Catalan sejak Jenderal Francisco Franco menghapuskan pemerintah daerah Catalonia pada tahun 1939.

Walikota Barcelona Ada Colau, yang menentang kemerdekaan tanpa referendum yang sah, menyebut tindakan Rajoy sebagai "serangan serius" terhadap pemerintahan otonom di Catalonia. Yang lainnya bersikap lebih jauh. Ketua parlemen Catalan Carme Forcadell menuduh pemerintah pusat Spanyol melakukan kudeta. [uh]

XS
SM
MD
LG