Tautan-tautan Akses

PM Palestina Ragukan Konferensi Bahrain Yg Berfokus Manfaat Ekonomi Bagi Palestina


PM Palestina Mohammad Shtayyeh

PM Palestina Mohammad Shtayyeh hari Senin (20/5) meragukan konferensi yang dipimpin oleh Amerika yang akan diadakan di Bahrain bulan depan dengan fokus pada apa yang dikatakan oleh Gedung Putih akan menjadi manfaat ekonomi bagi Palestina jika kesepakatan damai dapat dicapai dengan Israel.

Berbicara dalam pertemuan Kabinet, Shtayyeh menekankan perlunya kesepakatan politik dengan Israel yang menyelesaikan sejumlah masalah lama, termasuk perbatasan, yang tidak ada dalam agenda konferensi ekonomi di Manama, ibu kota Bahrain itu.

Dia mengatakan krisis keuangan saat ini yang dihadapi oleh Palestina adalah hasil dari apa yang disebutnya “perang finansial” yang dilancarkan terhadap mereka, dan bahwa mereka tidak akan menyerah pada pemerasan atau memperdagangkan hak mereka demi uang. Gedung Putih telah berjanji untuk mengungkapkan rencana perdamaian Timur Tengah yang baru dalam beberapa minggu mendatang.

PM Palestina Ragukan Konferensi Bahrain Yg Berfokus Manfaat Ekonomi Bagi Palestina
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:01:55 0:00

Seorang pejabat senior Gedung Putih hari Minggu mengatakan rencana itu menyerukan investasi yang substansial ke dalam ekonomi Gaza, tapi memerlukan gencatan senjata yang "stabil."

"Ada peluang yang sangat besar, dunia bersedia mengupayakannya," kata pejabat itu. "Tapi itu hanya bisa terwujud apabila kita bisa memecahkan sejumlah isu politik. Kedua hal itu berjalan beriringan. Ada masa depan yang sangat menggairahkan, tapi kita harus bekerja sama mengatasi isu-isu yang berat ini."

Pemerintah, masyarakat madani dan para pemimpin bisnis dalam konferensi itu diperkirakan akan membahas investasi ekonomi yang potensial di kawasan itu apabila perjanjian perdamaian tercapai.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan konferensi itu akan "memberi warga Palestina peluang baru yang baik untuk mewujudkan potensi mereka."

Menteri Keuangan Bahrain Shaikh Salman bin Khalifa Al Khalifa mengatakan konferensi itu menegaskan ikatan yang erat dengan AS dan bahwa kedua negara itu "kuat dan memiliki kepentingan yang sama dalam menciptakan peluang ekonomi yang besar yang bermanfaat bagi kawasan itu." (vm)

XS
SM
MD
LG