Tautan-tautan Akses

Perdana Menteri Inggris Theresa May telah menyelesaikan perombakan pemerintahan yang dilakukan dua hari ini, dengan meningkatkan jabatan beberapa anggota perempuan dan etnis minoritas yang baru dilantik di parlemen menjadi menteri muda.

May hari Selasa (9/1) mengatakan perubahan itu menghadirkan anggota baru dan membantu menjamin “tampilan pemerintah yang lebih baik.”

Tetapi ada beberapa pergantian di jajaran puncak pemerintahan. Sebagian besar menteri senior masih tetap mempertahankan jabatan mereka, dan Menteri Pendidikan Justine Greening berhenti setelah menolak dipindahkan ke departemen lain.

The Times of London menyebut perombakan itu “ asal jadi” dan menjadi bahan kecaman bagi para penentang May.

Tahun lalu May menyerukan pemilu sela guna memperkuat posisinya dalam perundingan Brexit dengan Uni Eropa. Tapi Partai Konservatif pimpinannya justru kehilangan mayoritas di parlemen, dan memperlemah wewenang May. [em/ii]

XS
SM
MD
LG