Tautan-tautan Akses

PM Inggris Serukan Pembaharuan Hubungan Khusus dengan AS


Perdana Menteri Inggris, Theresa May tiba di pangkalan udara Andrews dalam kunjungannya ke AS, Kamis (26/1).

Perdana Menteri Inggris, Theresa May akan menyerukan pembaharuan "hubungan khusus" dengan Amerika, sewaktu Inggris bersiap meninggalkan Uni Eropa dan Presiden Donald Trump memulai masa jabatannya.

Theresa May menyampaikan rencana kunjungannya ke AS, di depan Majelis Tinggi Parlemen Inggris, mengatakan hubungan khusus itu memungkinkan pemimpin kedua negara berbicara terus terang tentang isu-isu yang ada di antara mereka.

"Mengenai kunjungan saya ke Amerika, saya senang bisa bertemu Presiden Trump pada awal jabatannya. Itu tanda kekuatan hubungan khusus antara Inggris dan Amerika. Tetapi saya juga mengatakan kepada pemimpin oposisi, saya tidak takut berbicara terus terang kepada Presiden Amerika dan saya mampu melakukannya karena kita memiliki hubungan khusus, hubungan khusus dengan AS yang tidak pernah dialami oleh Pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn," kata May.

May meninggalkan London hari Kamis (26/1) menuju Philadelphia menjelang kunjungannya ke Gedung Putih pada hari Jumat. Dia akan menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu Trump di Washington sejak ia dilantik.

May dijadwalkan berbicara hari Kamis di sebuah retret bagi anggota Kongres dari Partai Republik di mana, ia akan menyoroti sejarah hubungan kedua negara yang katanya telah "membuat dunia modern."

Trump dan Wakil Presiden, Mike Pence juga akan menghadiri retreat Kamis itu.

Kedua pemimpin telah mengambil langkah-langkah untuk memperbarui hubungan internasional mereka, terutama dalam bidang perdagangan. Keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan penarikan Amertika dari keanggotaan 12 negara Trans-Pacific Partnership atau TPP akan mendorong perundingan perjanjian perdagangan baru di seluruh dunia.

KunjunganTheresa May berlangsung setelah Trump menandatangani keputusan presiden (perintah eksekutif) untuk membangun dinding perbatasan antara AS-Meksiko dan siap melarang pengungsi dan orang-orang dari enam negara yang mayoritas Muslim. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG