Tautan-tautan Akses

AS

Pidato Kenegaraan Trump Dibayangi Pemakzulan


Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraan tahun lalu, 5 Februari 2019 (foto: dok).

Senat akan mengadakan pemungutan suara final hari Rabu (5/2), apakah akan membebaskan atau menyatakan bersalah dan memakzulkan Presiden Trump, sehari setelah ia menyampaikan pidato kenegaraan tahunan, State of the Union.

Dua presiden Amerika pernah menyampaikan pidato kenegaraan sementara terancam pemakzulan yaitu Bill Clinton dari Partai Demokrat dan Richard Nixon dari Partai Republik.

"Presiden Amerika Serikat."

Trump kemungkinan menjadi presiden ketiga dalam sejarah Amerika yang menyampaikan pidato kenegaraan selagi terancam pemakzulan, setelah Bill Clinton pada tahun 1999 dan Richard Nixon pada tahun 1974.

Menghadapi pemakzulan akibat skandal Watergate, Nixon, presiden ke-37 Amerika, menggunakan sebagian pidatonya untuk membela diri.

“Saya percaya sudah tiba waktunya untuk mengakhiri investigasi atas masalah ini. Satu tahun Watergate sudah cukup!,” kata Nixon.

Pidato kenegaraan pada 4 Februari sangat penting bagi Trump, menjelang pemilihan presiden November nanti.

Hans von Spakovsky adalah cendekiawan hukum senior pada Heritage Foundation. Ia mengatakan, "Ekonomi meningkat, angka pengangguran turun ke tingkat sangat rendah, malahan tingkat pengangguran untuk warga kulit hitam Amerika dan Hispanik tercatat terendah. Itu adalah prestasi yang menurut saya akan disampaikan Presiden, tidak peduli pada hal lain yang terjadi di Kongres, termasuk pemakzulan."

Clinton dibebaskan, sedangkan Nixon mengundurkan diri sebelum dimakzulkan. Analis memperkirakan pendekatan yang akan dilakukan Trump adalah gabungan dari kedua presiden pendahulunya.

Thomas Schwartz dari Vanderbilt University mengatakan, “Ia mungkin akan memuji prestasi pemerintahannya, terutama dalam bidang ekonomi. Tetapi ia juga mungkin akan menyebut pemakzulan dan mungkin menyerang Demokrat dengan keras karena kebijakan mereka tentang hal itu.”

Melihat kampanyenya selama ini, apa pun yang terjadi dalam sidang pemakzulan terhadapnya, Trump mungkin akan tetap memproyeksikan optimisme.

Presiden Trump mengatakan, “November ini, kita akan merebut kembali DPR. Kita akan tetap menguasai Senat dan kita akan tetap menguasai Gedung Putih." [ka/ii]

XS
SM
MD
LG