Tautan-tautan Akses

Perusahaan AS Bangun Pembangkit Listrik Nuklir Pertama di Polandia


Para pengunjung memperhatikan model pembangkit listrik tenaga nuklir buatan perusahaan AS, Westinghouse, di sebuah ekshibisi di Le Bourget, dekat Paris, 14 Oktober 2014. (Foto: Benoit Tessier/Reuters/File Photo)
Para pengunjung memperhatikan model pembangkit listrik tenaga nuklir buatan perusahaan AS, Westinghouse, di sebuah ekshibisi di Le Bourget, dekat Paris, 14 Oktober 2014. (Foto: Benoit Tessier/Reuters/File Photo)

Pemerintah Polandia mengumumkan, Jumat (28/10), bahwa pihaknya telah memilih Westinghouse untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di negara itu. Perusahaan Amerika Serikat tersebut mengalahkan penawaran dua pesaingnya, yaitu EDF dari Prancis dan KHNP dari Korea Selatan.

“Kami mengonfirmasi bahwa proyek energi nuklir kami akan menggunakan teknologi @WECNuclear yang andal dan aman,” tulis Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki di Twitter.

Morawiecki mengatakan, keputusan itu akan secara resmi diadopsi pada pertemuan kabinet di Warsawa pada Rabu (2/11) mendatang.

Menteri Energi AS Jennifer Granholm memuji keputusan tersebut dengan mengatakan, “Ini adalah sebuah langkah besar dalam memperkuat hubungan kita dengan Polandia untuk generasi mendatang.”

Granholm mengatakan, Polandia memilih Westinghouse “untuk bagian pertama dari proyek nuklir mereka yang senilai $40 miliar,” tanpa merinci jumlah investasi yang diberikan.

Salah seorang pejabat senior pemerintahan AS yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa investasi tersebut bernilai “miliaran” dolar dan akan menciptakan “ribuan lapangan kerja dengan penghasilan yang layak.”

“Ini hal yang penting, karena ini bukan hanya tentang proyek energi komersial, tetapi juga tentang cara kita mendefinisikan apa yang saya sebut sebagai keamanan interdependen selama beberapa dekade mendatang,” kata pejabat itu.

Polandia sudah merencanakan kapasitas energi nuklir sipilnya selama bertahun-tahun, akan tetapi masalah keamanan energi menjadi semakin genting setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Keputusan itu “mengirimkan pesan yang jelas kepada [Presiden Rusia Vladimir] Putin tentang kekuatan dan penyatuan aliansi AS-Polandia,” kata sang pejabat.

Pemerintah Polandia ingin pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya itu dapat mulai beroperasi pada 2033. [rd/ft]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG