Tautan-tautan Akses

Perundingan untuk Mengakhiri Konflik Suriah Dibuka di Jenewa

  • Lisa Schlein

Utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura (kiri) berbincang dengan Ahmed Beri, Kepala Staf Lasykar Pembebasan Suriah di Astana, Kazakhstan, 5 Juli lalau.

Perundingan babak ketujuh yang dimediasi PBB dengan tujuan mengakhiri konflik yang sudah berlangsung lama di Suriah telah dibuka dengan rasa optimisme berhati-hati bahwa perkembangan keadaan terjadi sesuai yang diinginkan.

Utusan Khusus PBB Urusan Suriah Staffan de MIstura mengatakan ia tidak mengharapkan terobosan dalam perundingan, tetapi menambahkan bahwa peluang kali ini lebih besar dari yang sudah-sudah bagi tercapainya kemajuan ke arah berakhirnya perang, yang disebutnya sebagai konflik paling rumit dalam generasi sekarang in.

De Mistura mengatakan sebagian rasa optimisme itu datang dari fakta bahwa kesepakatan gencatan senjata di Suriah barat daya, yang diupayakan oleh Amerika Serikat, Rusia, dan Yordania, pada umumnya dipatuhi.

"Saya merasa bahwa jika dua negara adidaya yaitu Federasi Rusia, yang merupakan sekutu Presiden Bashar al-Assad, dan Amerika Serikat sepakat dalam upaya memastikan bahwa gencatan senjata dipatuhi, ada peluang besar bahwa itu akan terjadi,” ujarnya.

De Mistura mengatakan ia yakin de-eskalasi konflik di Suriah akan membantu perundingan perdamaian di Jenewa dan juga perundingan gencatan senjata di ibukota Kazakhstan, Astana.

"Bukan itu saja, ini juga akan membantu meyakinkan rakyat Suriah bahwa selagi kita berunding, dan ini mungkin akan berlangsung lama, orang tidak akan mati karena bom atau jenis kegiatan militer masif lain,” imbuhnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa perang Suriah yang telah memasuki tahun ketujuh, telah menewaskan sekitar 400 ribu orang, membuat lebih dari enam juta orang mengungsi dan hampir lima juta orang lari ke negara-negara tetangga. [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG