Ratusan fans antri di jalan-jalan sekitar St. James Theatre yang sangat terkenal di kota New York, ketika musisi papan atas Amerika Bruce Springsteen meninggalkan teater seusai pertunjukan pertamanya di Broadway Sabtu malam (26/6) lalu.
“Pertunjukan ini sangat berarti karena ini merupakan sejarah, bahwa orang-orang kembali datang ke Broadway, kembali datang ke New York. Ini kota saya dan saya sangat gembira Bruce memutuskan untuk memulai kembali pertunjukan di Broadway,” ujar Eason Jordan, salah seorang warga New York yang antri untuk membeli tiket dan menonton pertunjukan musisi kelahiran New Jersey tahun 1949 itu.
Lain lagi dengan Jessica Tiberi, warga Pittsburgh yang datang menonton pertunjukan itu bersama ibunya. “Ini pengalaman pasca pandemi yang menyenangkan. Terutama karena saya bisa menontonnya bersama ibu saya, yang juga sangat menggemari Bruce,” ujarnya.
Sementara bagi Lori Cristol yang berasal dari Atlanta, Georgia, Bruce Springsteen adalah “seorang penyembuh.. sosok yang memulihkan negara ini. Ia sangat kuat dan pertunjukan ini menjadi sangat bermakna. Persis seperti setelah serangan teroris 11 September. Ia seorang yang dapat menyembuhkan, membantu memulihkan kami pasca pandemi.”
Sebagaimana komitmennya untuk mendorong upaya vaksinasi yang digalakkan pemerintah, Bruce Springsteen mengharuskan semua orang yang ingin menyaksikan pertunjukannya untuk divaksinasi terlebih dahulu. Hanya yang dapat menunjukkan kartu vaksinasi yang diizinkan memasuki ruang teater.
Hal ini memicu protes dari warga yang anti-vaksinasi. Curtis Orwell, warga New York berusia 47 tahun yang menentang program vaksinasi vaksin Covid-19 berteriak menyampaikan kekecewaannya.
“Mereka mengharuskan kami menunjukkan paspor vaksin khan? Jadi orang-orang seperti saya dan teman-teman saya tidak dapat menyaksikan pertunjukannya karena kami belum divaksinasi? Begitu?,” keluh Orwell.
Berdasarkan otobiografinya yang laris manis di pasaran, “Born to Run,” Springsteen kembali membuat para fansnya terpukau dengan menyanyikan beberapa lagu sambil bermain gitar, piano, dan menyampaikan kisah-kisah yang sangat pribadi.
Pertunjukan yang dipentaskan Springsteen di Broadway kali ini pertama kali dilangsungkan pada awal Oktober 2017 dan berakhir pada Desember 2018. pertunjukan di Jujamcyn's Walter Kerr Theatre itu terdiri dari 236 penampilan yang semua tiketnya sold out atau laku terjual beberapa bulan sebelum pertunjukan.
Bruce Frederick Joseph Springsteen pernah meraih anugrah Special Tony Award, yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah film dan album soundtrack.
Presiden Jujamcyn Theatre Jordan Roth memuji Springsteen sebagai musisi yang “kita butuhkan untuk mengembalikan kehidupan pasca pandemi,” dan ia tampaknya tahu akan hal itu. [em/jm]