Tautan-tautan Akses

Pertempuran Meningkat di Wilayah Perbatasan Afrin, Suriah


Seorang tentara mengibarkan bendera Turki setelah militer Turki berhasil menguasai bukit Bursayah, yang memisahkan kota Afrin, Suriah yang dikuasai milisi Kurdi, dengan kota Azaz yang dikuasai Turki (28/1).

Korban sipil di wilayah barat laut Suriah meningkat akibat pertempuran sengit di antara berbagai faksi Suriah. Turki telah merebut kawasan pegunungan strategis yang menghadap kota Afrin yang rencananya akan direbut dari warga Kurdi. Pesawat pemerintah yang didukung Rusia hari Senin (29/1) menghantam komunitas pemberontak di provinsi Idlib. Pertempuran sengit itu terjadi sehari menjelang pembicaraan di Sochi mengenai Suriah.

Pertempuran meningkat hari Senin di wilayah perbatasan Afrin di mana Turki berusaha untuk menyingkirkan warga Kurdi dari kekuasaan di sana.

Turki mengklaim milisi Kurdi yang memimpin serangan yang sukses melawan ISIS di Suriah adalah perpanjangan dari kelompok teroris PKK.

"Gunung Barsaya adalah tempat yang penting dan strategis karena merupakan titik tertinggi di daerah ini dan PKK sebelumnya menguasai gunung ini," kata pejabat militer Turki, Al-Hamadeen.

Pemakaman diadakan di Afrin hari Senin bagi pejuang dan warga sipil yang tewas dalam serangan Turki. Warga sipil yang cedera dalam penyerbuan itu hari Senin dibawa ke sebuah rumah sakit di Afrin meskipun Turki mengklaim serangan udara yang dilancarkannya tidak menyebabkan korban sipil.

Sementara itu, pesawat pemerintah Rusia dan Suriah menggempur Idlib di dekatnya, menewaskan sedikitnya 30 orang sejak hari Minggu. Pengamat mengatakan sebuah pasar dan sebuah rumah sakit di kota Saraqeb di barat laut provinsi Idlib hari Senin menjadi sasaran.

Pertempuran di antara berbagai faksi di Suriah makin sengit ketika para wakil mereka Selasa menuju perundingan di Sochi, Rusia. Rusia mendukung upaya pemerintah Suriah melawan oposisi. Tapi beberapa pembangkang akan menghadiri pertemuan tersebut.

Perundingan Sochi akan berfokus pada proposal untuk memperbarui konstitusi Suriah.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan De Mistura mengatakan, "Tujuan akhir dari proses konstitusional adalah memungkinkan rakyat Suriah secara bebas dan independen menentukan masa depan mereka sendiri dalam pemilihan parlemen dan presiden yang diawasi PBB."

Komite Perundingan Tingkat Tinggi Suriah yang beroposisi tidak menghadiri perundingan di Rusia demikian pula pihak Kurdi. [my/al]

XS
SM
MD
LG