Tautan-tautan Akses

Saling Tidak Percaya Picu Ketegangan AS-Turki


Seorang tentara mengibarkan bendera Turki pada saat pasukan Turki merebut bukit Bursayah, yang memisahkan Afrin, daerah kantong kekuasaan Kurdi dan Kota Azaz di Suriah, yang dikuasai Turki, 28 Januari 2018.

Ketegangan antara Turki dan Amerika meningkat, sebagian akibat dukungan Washington untuk milisi Kurdi di Suriah. Analis memperingatkan, tidak ada kepercayaan di antara kedua sekutu NATO ini merupakan faktor penting yang melatarbelakangi ketegangan, dan merupakan hambatan utama untuk memperbaiki hubungan kedua negara.

Sementara pasukan Turki melanjutkan serangan mereka ke daerah Afrin, Suriah, Ankara menuntut Washington agar memindahkan pasukan AS yang ditempatkan bersama YPG di Manbij, sasaran Turki berikutnya. Milisi YPG adalah sekutu penting Washington dalam memerangi ISIS, tetapi dianggap sebagai teroris oleh Ankara, yang menuduh mereka terkait dengan pembrontakan Kurdi di dalam negeri Turki.

“Saat ini tidak ada kepercayaan diantara kedua belah pihak,” kata kolumnis politik, Semih Idiz, dari situs Al Monitor. “Jelas Washington tidak mempercayai Ankara dan juga tidak ada rasa percaya dari pihak Ankara terhadap Washington. Tidak saja karena Suriah, tetapi karena sejumlah isu-isu lain, sejak ada upaya kudeta di Turki dua tahun yang lalu.”

Dua menteri Turki menuduh Washington berada dibelakang upaya kudeta pada 2016. Yigit Bulut, penasihat utama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengulangi lagi tuduhan itu pekan lalu. Washington berulangkali membantah keterlibatannya, tetapi analis memperingatkan persepsi keterlibatan Amerika oleh Turki merupakan cacat dalam hubungan kedua negara.

Kegagalan Washington untuk memenuhi janji yang dibuat pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama kepada Turki bahwa pihak AS menjamin pasukan YPG akan ditarik dari Manbij, setelah kota itu berhasil direbut dari ISIS, sebuah janji dari pemerintahan Obama sebelumnya. [ps/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG