Tautan-tautan Akses

Pertambahan Kasus dan Kematian Akibat Corona Melamban di Italia


Polisi Italia melakukan patroli saat diberlakukannya 'lockdown' untuk memperlambat penyebaran virus corona di Milan, Italia, 22 Maret 2020. (Foto: dok).

Italia, yang sejauh ini mengalami jumlah kematian terbanyak akibat wabah virus corona, Selasa melaporkan hari ke-tiga berturut-turut di mana jumlah kematian harian dan infeksi baru menurun.

Kematian 601 orang yang tercatat pada hari Senin (23/3) masih merupakan angka yang sangat banyak, tetapi ini jauh lebih baik daripada yang tercatat pada hari Sabtu, yang mendekati angka 800.

Italia telah melaporkan lebih dari 6.000 kematian dan memiliki jumlah kasus terbanyak ke-dua. Para pejabat memberlakukan lockdown di seluruh negara itu dua pekan silam dengan harapan menghentikan penyebaran virus yang telah mencapai hampir setiap negara di dunia ini.

Korea Selatan, yang pernah tercatat sebagai negara yang paling terpukul oleh virus ini, menunjukkan kemajuan yang terus terjadi. Negara itu Selasa melaporkan penambahan harian 76 kasus baru. Ini merupakan hari ke-13 dengan penambahan harian di bawah 100 kasus.

Sementara itu China terus melaporkan kemajuannya dengan hanya empat kasus yang tertular di wilayahnya sendiri, dalam data terbaru hari Selasa.

Para pejabat menyatakan warga yang sehat di provinsi Hubei, pusat perebakan wabah, akan dapat meninggalkan provinsi itu setelah menjalani lockdown selama dua bulan. Ibu kota provinsi tersebut, Wuhan, akan menghadapi hal serupa pada awal April.

Tetapi kekhawatiran tetap ada mengenai kembalinya virus itu di China, tempat di mana virus corona dideteksi pertama kali pada akhir Desember lalu, karena kasus di kalangan orang-orang yang baru bepergian dari luar negeri. China, Selasa (24/3) melaporkan 74 kasus yang terjangkit di luar negeri.

Kekhawatiran itu mendorong negara-negara lain memberlakukan pembatasan perjalanan.

Mulai Selasa (24/3), Kuba melarang semua turis memasuki negara itu. Mereka yang telah berada di sana wajib dikarantina, sedangkan warga Kuba dilarang meninggalkan pulau itu.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengumumkan lockdown nasional selama tiga pekan mulai Kamis, sementara kasus di negara itu meningkat menjadi 554 orang.

Di AS, sekitar sepertiga populasi menjalani perintah tinggal di rumah yang dikeluarkan gubernur-gubernur negara bagian. Yang terbaru adalah gubernur Hawaii yang meminta warga tidak keluar rumah kecuali untuk perjalanan yang sangat penting. Sementara itu gubernur Washington memperketat perintah yang telah ada hingga mencakup penutupan bisnis yang tidak esensial.

Presiden AS Donald Trump juga menandatangani perintah eksekutif hari Senin (23/3) yang mengkriminalisasi penimbunan alat pelindung diri yang diperlukan personel medis agar tetap aman sewaktu merawat pasien virus corona. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG