Tautan-tautan Akses

AS

Personil Penjaga Pantai yang Berencana Lakukan Serangan, Mengaku Tidak Bersalah


Foto yang disediakan oleh Pengadilan Distrik di Maryland menunjukkan koleksi senjata api dan amunisi yang dipamerkan sebelum diajukan ke depan pengadilan dalam kaus Christopher Paul Hasson (foto: Pengadilan Distrik AS via AP)

Seorang personil Penjaga Pantai Amerika yang dituduh merencanakan serangan teror di dalam negeri, telah mengaku tidak bersalah atas kepemilikan senjata api dan narkoba.

Letnan Christopher Hasson hari Senin (11/3) dihadapkan ke pengadilan distrik di negara bagian Maryland, dan kemudian dikembalikan ke penjara menunggu persidangan berikutnya.

Hasson ditangkap Februari lalu setelah polisi berhasil mengungkap dugaan rencana “membunuh warga sipil tidak berdosa dalam skala yang jarang ada di negara ini,” demikian menurut jaksa penuntut umum.

Aparat menemukan 15 pucuk senjata api dan ribuan amunisi di apartemennya, yang terletak di pinggiran ibukota Washington DC. Otorita berwenang belum mengatakan apa hal-hal yang memicu penyelidikan terhadap Hasson.

“Saya memimpikan untuk membunuh hampir setiap orang di bumi,” demikian tulis Hasson dalam email tahun 2017. “Saya kira wabah penyakit akan (menjadi cara.red) paling berhasil, tetapi saya belum tahu bagaimana cara memperoleh flu Spanyol, botulisme, anthrax, yang dibutuhkan, tetapi akan menemukan sesuatu,” tulisnya.

Tim jaksa mengatakan Hasson ingin membentuk “kawasan warga kulit putih” dan memiliki daftar politisi liberal yang ditargetkannya sebagai sasaran pembunuhan. Mereka mencakup Ketua DPR Nancy Pelosi, pemimpin minoritas Senat Chuck Schummer, anggota Kongres dari Partai Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez dan sejumlah kandidat presiden Partai Demokrat. Beberapa tokoh terkemuka di jaringan televisi CNN dan MSNBC juga masuk dalam daftar itu. [em]

XS
SM
MD
LG