Tautan-tautan Akses

Persaingan Global Distribusi Vaksin COVID-19 Memanas


Seorang pria menerima suntikan vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinovac, di sebuah pusat vaksinasi di Hong Kong, 23 Februari 2021. (Foto: Paul Yeung/AFP)
Seorang pria menerima suntikan vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinovac, di sebuah pusat vaksinasi di Hong Kong, 23 Februari 2021. (Foto: Paul Yeung/AFP)

Persaingan untuk mendistribusikan vaksin di seluruh dunia semakin ketat, Sabtu (13/3), ketika China mengumumkan akan mempermudah proses masuknya warga asing ke China daratan dari Hong Kong, apabila mereka telah menerima vaksin virus corona buatan China.

Dengan mengurangi surat-surat yang dibutuhkan, China berharap bisa meningkatkan daya tarik vaksinnya, yang belum disetujui oleh sebagian besar negara Barat. Selain itu, China juga belum menyetujui produksi mau pun distribusi vaksin buatan asing di negaranya.

Sementara di Italia, komisioner khusus urusan virus corona pada Sabtu (13/3) mengatakan negaranya berencana memvaksinasi sedikitnya 80 persen populasinya paling lambat September. Menurut pernyataan kantor kabinet, Francesco Paolo Figliuolo mengungkap rencana untuk mendistribusikan 500 ribu dosis setiap hari.

Kebanyakan warga di Italia akan menghadapi pembatasan baru mulai Senin (15/3) karena pemerintah berusaha menyetop lonjakan kasus. Pembatasan itu meliputi penutupan sekolah dan toko-toko non-esensial di lebih dari separuh negara itu, termasuk ibu kota, Roma, dan pusat bisnis, Milan.

Pusat Riset Virus Corona Johns Hopkins melaporkan lebih dari 119 juta kasus COVID-19 global pada Sabtu (13/3). AS, dengan 29,3 juta orang terinfeksi, yang terbanyak di dunia. Menyusul Brazil dengan 11,36 juta, dan India dengan 11,33 juta. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG