Tautan-tautan Akses

Pakistan Periksa Perempuan Pengebom Bunuh Diri ISIS Yang Rencanakan Serang Umat Kristen


Umat Kristen Pakistan memegang lilin saat berjaga untuk korban bom bunuh diri hari Minggu lalu, di Lahore, Pakistan, Rabu, Maret 30, 2016.

Pejabat militer di Pakistan mengatakan perempuan ISIS yang hendak melakukan bom bunuh diri, merencanakan serangan di sebuah gereja selama perayaan Paskah di Lahore sebelum penggerebekan kontra terorisme menangkapnya Jumat lalu.

Juru bicara militer Jenderal Asif Ghafoor pada konferensi pers hari Senin mengatakan tersangka bernama Naureen Leghari, dan mengatakan ia masih dalam penyelidikan.

Pejabat mengatakan perempuan muda itu mengatakan kepada para penyelidik ia dikontak dan diradikalisasi oleh pejuang ISIS lewat media sosial.

Jenderal Ghafoor juga membantah klaim yang melaporkan bahwa Naureen pergi ke Suriah dan mendapat pelatihan di kamp-kamp teror yang dijalankan oleh ISIS di sana. Ia mengatakan bukti yang dikumpulkan sejauh ini menunjukkan ia tidak pernah pergi ke Suriah.

“Kami memberi penjelasan kepadanya. Upaya pertama kami adalah ia harus kembali pada kehidupan normal. Berikutnya kita harus melakukan upaya bersama sebagai bangsa bahwa anak-anak kita tidak disesatkan dan tidak dibujuk untuk melakukan aktivitas semacam itu lagi” kata Ghafoor.

Juru bicara itu merilis video pengakuan dimana Naureen mengatakan ia kuliah di fakultas kedokteran di kota Hyderabad selatan dan baru pindah ke Lahore bersama dua pelaku lainnya untuk melakukan rencana terror itu.

“Kami diberi dua rompi bunuh diri, empat granat dan beberapa peluru oleh organisasi kami. Jaket yang penuh bahan peledak itu untuk digunakan pada serangan di sebuah gereja pada hari Paskah dan saya diberi tugas menjadi pengebom bunuh diri” kata Naureen. “Tapi pasukan keamanan menggerebek persembunyian mereka tanggal 14 April dan menangkap mereka”.

Pihak berwenang Pakistan berkali-kali menambahkan bahwa tidak ada kehadiran ISIS “yang terorganisir” di negara itu, tapi para pengecam mempertanyakan klaim-klaim itu merujuk pada penangkapan orang-orang yang setia kepada kelompok itu dari kota-kota besar termasuk ibukota Islamabad dan Karachi.

Lebih dari 70 orang termasuk Muslim dan Kristen tewas selama perayaan Paskah tahun 2016 ketika pengebom bunuh diri meledakkan dirinya di taman yang ramai di Lahore, ibukota provinsi Punjab yang paling padat penduduknya. Pecahan faksi Taliban, Jamaatul Ahrar, atau JuA mengaku bertanggung jawab atas peristiwa berdarah itu. [my/al]

XS
SM
MD
LG