Tautan-tautan Akses

UNICEF: Perhatian Dunia Pada Bayi Baru Lahir Kurang


Seorang bayi perempuan yang baru lahir didekap ibunya, yang seorang perempuan migran asal Ghana. Sang ibu melahirkan segera setelah diselamatkan oleh kapal penyelamat Spanyol, di Laut Mediterania, 6 September 2017.
Seorang bayi perempuan yang baru lahir didekap ibunya, yang seorang perempuan migran asal Ghana. Sang ibu melahirkan segera setelah diselamatkan oleh kapal penyelamat Spanyol, di Laut Mediterania, 6 September 2017.

Dana anak-anak PBB, UNICEF, melaporkan bayi baru lahir di beberapa negara paling miskin dan paling berbahaya di dunia kemungkinan meninggal bisa 50 kali besar daripada bayi baru lahir di negara terkaya dan paling aman di dunia.

Walaupun angka kematian pada balita secara global sudah berkurang setengahnya dalam seperempat abad terakhir, "kita belum membuat kemajuan serupa dalam mengakhiri kematian pada anak-anak berusia kurang dari satu bulan," kata Henrietta Fore, direktur eksekutif UNICEF yang.

Baca: Kelahiran di Air Terkait Infeksi yang Mengancam Jiwa Bayi

"Mengingat sebagian besar kematian ini dapat dicegah, jelas kita sudah menelantarkan bayi termiskin di dunia,” kata Fore.

Survei di 195 negara menemukan perbedaan yang mengejutkan dalam tingkat kematian bayi baru lahir di negara-negara miskin dan kaya. Dan, sebagian besar kematian tersebut dapat dicegah. Menurut laporan tersebut, ada 27 kematian dari 1.000 kelahiran di negara miskin dibanding hanya 3 kematian dari 1.000 kelahiran di negara kaya.

Baca: Jumlah Kelahiran di Jepang Sentuh Titik Terendah di 2017

Pakistan adalah negara dengan peringkat terendah dengan kemungkinan satu kematian dari 22 kelahiran. Survei tersebut juga mencatat delapan dari 10 tempat lahir paling berbahaya berada di kawasan sub-Sahara Afrika.

Jepang menduduki peringkat teratas dengan hanya satu kematian bayi baru lahir dari 1.111 kelahiran. [as/al]

XS
SM
MD
LG