Tautan-tautan Akses

Perekonomian Global Diperkirakan Terdampak Wabah Virus Corona


Mobil-mobil melintas Jalan Yannan, kawasan bisnis di Hangzhou, setelah kota itu memberlakukan langkah baru untuk mencegah penyebarah virus corona di Provinsi Zhejiang, China, 4 Februari 2020. (Foto: Reuters)

Dengan banyaknya kota dan bisnis di China ditutup setidaknya sampai minggu depan, kekhawatiran meningkat mengenai dampak wabah virus corona terhadap ekonomi global. Hyundai Motor, Selasa (4/2), mengatakan akan menangguhkan produksi di Korea Selatan karena pasokan suku cadang terganggu wabah itu.

Di Hong Kong dan China, jalanan sepi dan bisnis ditutup dengan karantina ketat untuk menghentikan penyebaran wabah, yang kemungkinan akan berakibat buruk, kata David Dollar dari Brookings Institution, lembaga riset di Washington, DC.

“Ada daerah-daerah yang menghasilkan sekitar dua pertiga PDB China yang sudah memperpanjang masa liburnya beberapa minggu lagi. Buruh migran tidak akan kembali ke pabrik. Jadi, jelas, hasil ekonomi kuartal pertama dan hampir dipastikan kuartal kedua 2020 akan sangat buruk," ujar Dollar.

Francis Lun, CEO perusahaan sekuritas, Hong Kong Geo Securities, memperingatkan dampaknya bisa sampai keluar Asia.

"Mungkin pertumbuhan ekonomi global akan menyusut 0,5 persen," kata Lun.

Para penumpang China Eastern Airlines untuk penerbangan ke Shanghai, China, menunggu naik pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 5 Februari 2020. (Foto: Reuters)
Para penumpang China Eastern Airlines untuk penerbangan ke Shanghai, China, menunggu naik pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 5 Februari 2020. (Foto: Reuters)

Sementara itu, Li Zimin, petani stroberi di Jiujiang, yang berbatasan dengan Provinsi Hubei, asal virus itu, mengatakan sekarang biasanya "puncak musim" stroberi. Namun akibat wabah, pendapatan hariannya berkurang drastis.

Zimin, usia 38 tahun, memiliki sekitar 23 rumah kaca yang tersebar di lahan seluas lebih dari setengah hektar (0,6 hektar) di daerah yang sejak dulu terkenal dengan petani dan pemetik stroberi.

"Saya benar-benar sedih mengenai hal ini, sedikit kecewa. Tapi sekarang, menghadapi epidemi yang bukan buatan manusia, tidak ada yang bisa kami lakukan. Saya hanya berharap epidemi ( virus corona) ini bisa cepat selesai sehingga stroberi saya bisa kembali pada tingkat penjualan normal," tutur Zimin.

Wabah corona bahkan telah mencapai pusat perjudian China di Makau di mana operator kasino pada hari Selasa diminta untuk menutup operasi selama dua minggu. Kasino-kasino Makau biasanya dipadati para pejudi papan atas China, tetapi minggu ini sepi karena orang-orang berusaha menghindari tertular virus corona Wuhan. [my/ka]

XS
SM
MD
LG