Tautan-tautan Akses

Perang Dagang Trump Lawan China Dapat Dukungan Bipartisan Terbatas


Presiden AS Donald Trump (kanan) berbincang dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, China., 9 November 2017. (Foto: AP)

Dorongan Presiden Amerika Donald Trump untuk menghadapi praktik perdagangan China yang dianggapnya tidak adil telah mendapat dukungan bipartisan dari kongres, tidak seperti prakarsa besar lainnya yang diajukan oleh pemerintahannya.

China berada dalam benak Presiden Amerika Donald Trump sejak dia menyampaikan pidato pertamanya di Kongres.

“Kita kehilangan 60.000 pabrik sejak China bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia,” kata Trump.

Pada kampanye politik terakhirnya, Selasa (12/6) lalu di Iowa, Trump mengatakan, “Jadi saya baru saja mengumumkan bahwa kita akan menaikkan tarif terhadapChina, dan kita tidak akan mundur sampai China berhenti menipu pekerja kita dan mencuri pekerjaan kita.”

Senator Chuck Schumer (kanan), Senator Amy Klobuchar (kanan), berbicara kepada para wartawan di Capitol, Washington, 9 April 2019.
Senator Chuck Schumer (kanan), Senator Amy Klobuchar (kanan), berbicara kepada para wartawan di Capitol, Washington, 9 April 2019.

Pemerintahan sebelumnya mengecam praktik perdagangan China, mulai dari manipulasi mata uang hingga membanjiri pasar dengan baja berbiaya rendah. Trump adalah presiden Amerika pertama yang secara paksa menyerang balik, dan mendapat sambutan tepuk tangan dari Kongres.

“Kita tidak akan tinggal diam dengan pencurian hak atas kekayaan intelektual dan teknologi kita, dan kita tidak akan berdiam diri menyaksikan rakyat kita kehilangan pekerjaan karena kompetisi yang tidak adil,” kata James Risch, Senator Republik dari Idaho, mengomentari kebijakan Trump terhadap China.

Sementara itu Senator Demokrat Chuck Schumer, Ketua Fraksi Minoritas, berpendapat: “Kita harus berbuat sesuatu untuk China, dan jika tidak, maka Amerika tidak akan menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dalam 10 atau 15 tahun dari sekarang.”

“Saya setuju dengan Presiden Trump berkenaan dengan perlunya mengenali lingkup tantangan yang ditimbulkan oleh China bagi Amerika Serikat,” kata Senator Robert Menendez dari Demokrat.

Seorang pria menggunakan dua ponsel pintar sekaligus di depan toko Huawei di Beijing, 20 Mei 2019.
Seorang pria menggunakan dua ponsel pintar sekaligus di depan toko Huawei di Beijing, 20 Mei 2019.

Sebagian senator Republik memuji Trump karena memaksa partai mereka untuk berjuang menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh China.

“Sejujurnya, terlalu banyak anggota partai saya sendiri telah berlaku manis dengan China terlalu lama, terutama berfokus pada hubungan bisnis yang harmonis dengan China. Saya pikir itu telah banyak berubah dalam tiga tahun terakhir,” kata Senator Tom Cotton dari Republik.

Meski demikian, memaksakan tarif dan mengobarkan perang dagang berlarut-larut telah membuat banyak tokoh Partai Republik khawatir. Sementara itu, kalangan Partai Demokrat mengatakan bahwa Presiden Trump telah menyia-nyiakan pengaruh terhadap China dengan memilih perang dagang melawan sekutu Amerika itu.

Presiden Donald Trump tetap berkomitmen pada strategi perdagangan yang mengandalkan tarif, dan baru-baru ini menyebut tarif sebagai alat negosiasi yang hebat dan penghasil pendapatan. [lt]

XS
SM
MD
LG