Tautan-tautan Akses

Perancis Selidiki Tuduhan Biaya Kampanye Ilegal Mantan Presiden Sarkozy


Presiden Perancis Nicolas Sarkozy (kiri) dan Presiden Libya Muammar Gadhafi pada upacara penyambutan kehormatan di Tripoli, Libya, 25 Juli 2007 (foto: ilustrasi).
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy (kiri) dan Presiden Libya Muammar Gadhafi pada upacara penyambutan kehormatan di Tripoli, Libya, 25 Juli 2007 (foto: ilustrasi).

Dampak negatif akibat tuduhan skandal pembiayaan kampanye illegal dari Libya masih terus mengguncang Perancis, walaupun mantan presiden Nicolas Sarkozy membantah hal itu.

Mantan presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengklaim ia telah dituduh tanpa bukti apapun, dan tuduhan bahwa Libya telah secara ilegal membiayai kampanye tahun 2007 telah membuat hidupnya kacau, demikian pernyataan Sarkozy kepada hakim pengadilan yang dipublikasikan suratkabar “Le Figaro” di Perancis.

Sarkozy yang berusia 63 tahun sedang diselidiki secara resmi, langkah yang telah mengguncang politik di Perancis. Yang dipermasalahkan adalah tuduhan bahwa ia menerima jutaan dolar dari rejim diktator Libya Moammar Ghadafi, untuk membiayai kampanye pemilihan presiden tahun 2007 yang dimenangkannya.

Jika terbukti benar, hal ini tidak saja menimbulkan pertanyaan tentang hasil pemilu, dimana Sarkozy mengalahkan pesaingnya dari kelompok Sosialis – Segolene Royale, tetapi juga menjelaskan hubungan Perancis dan Libya yang tidak mulus dalam masa pemerintahannya.

Mantan manajer kampanye Segolene Royal, Eric Menucci, mengatakan kepada radio Perancis, jika tuduhan itu benar, itu akan menimbulkan konsekuensi besar, tidak hanya bagi Perancis tetapi juga bagi Eropa dan dunia.

Reaksi politik di dalam negeri beranekaragam, mulai dari mengecam penyelidikan itu sebagai sebuah “sandiwara,” hingga memuji sistem pengadilan independen dimana semua orang dianggap sama di mata hukum.

Analis politik Philippe Moreau Defarges mengatakan penyelidikan itu menandai titik balik di Perancis. Meskipun ini bukan penyelidikan pertama yang menarget seorang mantan presiden Perancis, Sarkozy telah menghadapi beberapa tuduhan lain, khususnya terkait aliran dana dari Libya. Tak lama setelah menjabat, Sarkozy mengundang Gadhafi ke Paris.

“Sarkozy adalah seorang mantan presiden republik ini, dan di Perancis, seorang presiden yang sedang berkuasa tak bisa tersentuh hukum. Tapi sekarang ia bisa didakwa seperti orang lain,” kata Defarges.

Di bawah pimpinan Sarkozy, Perancis kemudian menjadi pemain kunci dalam serangan udara NATO di Libya tahun 2011, yang membantu menggulingkan Gadhafi. Pada tahun yang sama, putra Gadhafi – Saif al-Islam Gadhafi – menyampaikan tuduhan tentang pembiayaan kampanye Perancis oleh Libya itu. [em/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG