Tautan-tautan Akses

Perancis Akan Lucuti Gelar “Legion of Honor” Weinstein


Harvey Weinstein dalam sebuah wawancara di Paris, 7 Maret 2012, setelah dia menerima gelar “Legion of Honor” dari Presiden Perancis Nicolas Sarkozy (foto: dok).

Seiring terungkapnya pengakuan sejumlah bintang film yang mengalami pelecehan seksual hingga pemerkosaan oleh tokoh film Hollywood Harvey Weinstein, semakin banyak masalah yang melilit sosok itu.

Presiden Perancis Emmanuel Macron hari Minggu (15/10) mengatakan sedang memulai proses untuk melucuti gelar “Legion of Honor”, penghargaan tertinggi di Perancis dan salah satu yang paling terkemuka di dunia; yang dianugerahkan kepada Weinstein pada tahun 2012 sebagai pengakuan atas upaya mempromosikan film Perancis dan Eropa di seluruh dunia.

Empat Artis Perancis Ikut Tuduh Weinstein

Empat artis Perancis termasuk diantara 13 perempuan yang menuduh Weinstein telah menyerang dan melecehkan mereka secara seksual dalam beberapa puluh tahun ini.

Niat melucuti gelar kehormatan itu merupakan pukulan terbaru terhadap Weinstein, yang disampaikan sehari setelah Academy of Motion Picture Arts & Sciences – yang menyelenggarakan Oscar – memutuskan untuk “segera mengeluarkan” Weinstein dari badan itu.

Keputusan yang diambil oleh Dewan Gubernur yang beranggotakan 54 orang itu sangat luar biasa, dengan mengatakan “ingin mengirim pesan bahwa era ketidakpedulian, keterlibatan dalam perilaku predator seksual yang memalukan dan pelecehan di tempat kerja dalam industri perfilman sudah berakhir.”

Academy of Motion Picture Arts & Sciences menyebut tudingan bahwa Weinstein telah menukar bantuan profesionalnya untuk seks merupakan “masalah yang sangat meresahkan dan tidak punya tempat di dalam masyarakat kita.”

Pekan lalu akademi film Inggris juga menangguhkan keanggotaan Weinstein.

Tuduhan 13 Perempuan Muncul di New York Times, Weinstein Dipecat Perusahaannya Sendiri

Weinstein dipecat dewan produksi perusahaannya – Weinstein Co. – pasca terbitnya sebuah laporan di New York Times beberapa hari sebelumnya tentang 13 perempuan yang menuduhnya telah melakukan pelecehan atau serangan seksual terhadap mereka.

Sedikitnya tiga perempuan menuduh Weinstein telah melakukan perkosaan. Di antara para aktris yang telah meningkatkan tuduhan pelecehan seks terhadap Weinstein adalah bintang-bintang papan atas seperti Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow dan Rosanna Arquette.

Majalah New Yorker melaporkan 16 staf dan mantan staf The Weinstein Co. dan Miramax – yang ikut dibangun oleh Weinstein bersama abangnya Bob – telah menyaksikan atau tahu pelecehan seksual yang dilakukan Weinstein. Menurut laporan itu, seluruh staf itu mengatakan penyimpangan seksual Weinstein itu telah diketahui luas kedua perusahaan itu.

Weinstein yang 65 tahun mengawasi produksi banyak film terkenal dalam 30 tahun terakhir ini, antara lain “Shakespeare in Love”, “Pulp Fiction”, “Sex, Lies & Videotape”, “The English Patient”, “Good Will Huting” dan “The Butler”.

Weinstein Mohon Maaf, Tapi Klaim Sebagian Tuduhan Tidak Benar

Dalam sebuah pernyataan tertulis Weinstein mengatakan “cara saya memperlakukan mitra-mitra pada masa silam telah menimbulkan luka dan saya sungguh-sungguh mohon maaf atas hal itu.” Namun kemudian Weinstein mengklaim bahwa sebagian tuduhan yang dilaporkan media adalah palsu dan mengatakan akan menuntut mereka atas pencemaran nama baiknya.

Weinstein Dikenal Sebagai Donatur Utama Partai Demokrat

Beberapa tahun ini Weinstein juga telah menjadi donatur utama politisi-politisi Partai Demokrat, termasuk kandidat presiden yang dua kali gagal Hillary Clinton. Tetapi dengan terungkapnya pelecehan seksual yang dilakukan, sejumlah tokoh politik berupaya menjauhkan diri dari Weinstein.

Sejumlah politisi Partai Demokrat, termasuk pemimpin minoritas di Senat Chuck Schummer dan Senator Elizabeth Warren telah berjanji akan menyumbangkan uang yang mereka terima dari Weinstein kepada badan-badan amal yang mendukung hak-hak perempuan. [em]

XS
SM
MD
LG