Tautan-tautan Akses

Penularan Covid-19 di Afghanistan Meningkat 684 Persen


Suasana di Kota Kabul, Afghanistan, saat merebaknya pandemi corona, 27 April 2020. (Foto: dok).

Penularan Covid-19 di Afghanistan meningkat 684 persen pada bulan Mei, sebut Komite Penyelamatan Internasional (IRC) hari Senin (1/6).

“Kemampuan pengujian yang sangat rendah di negara ini artinya lebih banyak lagi yang tidak menjalani tes dan tidak terdeteksi,” lanjut Komite.

Jutaan orang Afghanistan sekarang menghadapi kerawanan pangan setelah konflik puluhan tahun dan sekarang ekonomi yang melambat akibat pandemi Covid-19 “membuat Afghanistan di ambang bencana kemanusiaan,” sebut IRC.

Rusia melaporkan 9.035 kasus baru Covid-19 pada hari Senin (1/6). Hanya AS dan Brazil yang mencatat kasus lebih banyak daripada Rusia.

Sekolah-sekolah Afrika Selatan dijadwalkan dibuka kembali hari Senin (1/6), tetapi rencana itu dibatalkan pada menit-menit terakhir. Kementerian kesehatan telah menerima desakan dari serikat guru, staf sekolah dan komite pengelola mengenai tanggal pembukaan kembali sekolah.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mencuit bahwa ada kebutuhan bagi “transparansi mengenai tingkat kesiapan masing-masing sekolah.”

Gedung Putih hari Minggu (31/5) mengumumkan telah mengirim dua juta dosis hidroksiklorokuin (HCQ) untuk Brazil, guna membantu negara di Amerika Selatan itu dalam upayanya memerangi virus corona.

“HCQ akan digunakan sebagai profilaksis untuk membantu perawat, dokter dan profesional layanan kesehatan Brazil menghadapi virus,” sebut Gedung Putih dalam suatu pernyataan hari Minggu (31/5). “Ini juga akan digunakan sebagai terapi untuk mengobati warga Brazil yang terjangkit.”

HCQ digunakan luas sebagai obat malaria. Presiden AS Donald Trump, dalam langkah yang kontroversial, mengabaikan penasihat kesehatan masyarakatnya dan mendesakkan penggunaan obat itu dalam perang melawan virus corona, meskipun tidak ada bukti kuat bahwa obat itu efektif mengatasi virus tersebut.

Trump baru-baru ini mengumumkan ia minum HCQ, meskipun ia menyatakan tidak terjangkit virus itu.

Pernyataan Gedung Putih juga menyebutkan kedua negara telah memasuki suatu “upaya riset bersama yang akan mencakup uji klinis secara random. Uji ini akan membantu mengevaluasi lebih jauh mengenai keamanan dan keampuhan HCQ baik untuk profilaksis (pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit) dan pengobatan awal virus corona.

Ada lebih banyak kasus Covid-19 di AS dan Brazil dibandingkan dengan di negara-negara lainnya. AS mencatat 1,7 juta kasus sedangkan Brazil, yang muncul sebagai hotspot virus itu, mencatat lebih dari 514 ribu kasus, sebut Johns Hopkins University.

Para pejabat kesehatan menyatakan mereka bersiap menghadapi lonjakan penularan virus corona, menyusul berbagai protes di Amerika terkait kematian George Floyd, lelaki kulit hitam yang tewas di tangan polisi di Minneapolis. Sebagian demonstran mengenakan masker, yang lainnya tidak. Social distancing juga tidak diterapkan oleh mereka. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG