Tautan-tautan Akses

Pengkritik Pemerintah Hong Kong Jimmy Lai Kembali ke Pengadilan


Advokat demokrasi terkemuka Hong Kong, Jimmy Lai kembali ke pengadilan, Senin, 1 Februari 2021. (AP Photo/Vincent Yu)

Advokat demokrasi terkemuka Hong Kong sekaligus pendiri surat kabar Jimmy Lai kembali ke pengadilan, Senin (1/2),guna menggugat upaya pemerintah untuk menahannya di penjara, saat ia menghadapi gugatan yang diajukan berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang baru.

Tidak ada keputusan yang diumumkan setelah persidangan itu dan Lai tetap ditahan.

Lai dibawa ke Pengadilan Banding Akhir dengan mobil penjara dan memasuki ruang pengadilan melalui terowongan tiup sementara sejumlah besar jurnalis berusaha untuk mengambil gambarnya.

Lai ditangkap bulan lalu dalam operasi penumpasan terhadap aktivis prodemokrasi yang dituduh terlibat dalam protes antipemerintah 2019. Setelah sebelumnya permohonan untuk dibebaskan dengan jaminan ditolak, Lai dibebaskan pada saat naik banding.

Pembebasan Lai mendorong surat kabar Partai Komunis yang berkuasa, People's Daily, mengeluarkan kolom opini yang memprotes pengadilan Hong Kong. Lai kemudian kembali dipenjarakan pada Malam Tahun Baru menjelang sidang baru.

Hong Kong telah memenjarakan beberapa aktivis prodemokrasi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pemimpin protes mahasiswa Joshua Wong dan Agnes Chow, karena keterlibatan mereka dalam protes antipemerintah.

Undang-undang keamanan nasional diberlakukan di Hong Kong oleh Beijing setelah badan legislatif lokal kota tidak dapat mengatasi penentangan terhadap pemberlakuannya. Para penentang melihat undang-undang tersebut sebagai pengkhianatan terhadap janji China untuk menghormati hukum, hak-hak sipil, dan HAM kota itu selama 50 tahun setelah penyerahannya dari pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1997.

Undang-undang tersebut mengkriminalisasi tindakan subversi, pemisahan diri, terorisme, dan kolusi dengan kekuatan asing untuk mencampuri urusan kota itu. Undang-undang itu secara efektif mengekang sebagian besar aktivitas politik oposisi dan menjadikan pidato pribadi dan pernyataan politik di media sosial sebagai tindakan yang kemungkinan menghadapi hukuman pidana. Pelanggar serius bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Lai, 72, memulai bisnisnya di dunia perdagangan pakaian sebelum merambah ke dunia media. Ia mengundurkan diri sebagai penerbit surat kabar Apple Daily tetapi media tersebut tetap menjadi forum populer bagi pandangan oposisi dalam lanskap media yang didominasi oleh media-media dukungan Beijing. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG