Tautan-tautan Akses

Pengikut Teori Konspirasi QANON Amerika di Jerman


Warga AS pengikut teori konspirasi Qanon melakukan aksi protes terhadap perintah tinggal di rumah di San Diego, California (15/10).

Konsekuensi tak terduga di tengah pandemi COVID-19 adalah meningkatnya pengikut teori konspirasi QAnon dengan pesat di Jerman. Sebagaimana Jacob Russell melaporkan dari Berlin, Jerman kini memiliki pengikut terbesar kedua di luar Amerika Serikat karena semakin banyak warga skeptis dengan niat baik pemerintah.

Musim panas tahun 2020, Berlin dan kota-kota lain di seluruh Jerman menyaksikan protes besar terhadap pemberlakuan langkah untuk memerangi virus corona oleh pemerintah.

Demonstrasi mengundang pengunjuk rasa dari berbagai aliran politik di Jerman, tetapi untuk pertama kalinya di jalan-jalan kota Jerman. Mereka termasuk pendukung QAnon, sebuah kelompok yang menganut teori konspirasi ekstrim kanan serta meliputi berbagai isu dan berkembang secara luas di Amerika Serikat pada tahun 2017.

Miro Dittrich dari Amadeu Antonio Foundation mengemukakan, “Tidak banyak dari teori terkait gerakan QAnon yang benar-benar baru. Kebanyakan hanyalah potongan-potongan dari narasi konspirasi yang sudah ada sebelumnya. Namun jika potongan itu digabungkan maka intinya itu terkait dengan sekelompok elit yang jahat dan terdiri dari para pemuja setan pedofil yang mengoperasikan dunia.”

Warga Jerman memrotes pembatasan-pembatasan terkait Covid-19 dalam aksi di Berlin, Jerman.
Warga Jerman memrotes pembatasan-pembatasan terkait Covid-19 dalam aksi di Berlin, Jerman.

Pengikut QAnon di Jerman berkembang pesat sejak awal merebaknya COVID-19.

“Sebelum pandemi, jaringan terbesar melalui aplikasi Telegram memiliki 20.000 pengikut, dan kini mencapai 125.000 anggota. Pada awal pandemi keanggotan melalui saluran itu berlipat ganda setiap minggu,” papar Miro Dittrich lebih lanjut.

Paul Middelhof berpendapat, ketatnya pemberlakuan aturan pemerintah terhadap virus corona mengakibatkan sejumlah warga mempercayai adanya konspirasi di balik COVID-19.

“Sebagian kecil masyarakat Jerman tidak mempercayai aturan yang diberlakukan itutepat. Mereka beranggapan tindakan itu terlalu jauh dan itu tidak hanya dilakukan untuk melawan pandemi melainkan karena alasan rahasia lainnya. Dan alasan kerahasiaan ini menjadikan QAnon terkait dengan demonstrasi-demonstrasi yang kita saksikan di seluruh Jerman,” tambahnya.

Penasihat keuangan Oliver Ginsberg merupakan anggota Citizen’s Initiative, sebuah kelompok aktivis yang skeptis terhadap perlunya pemerintah bertindak melawan COVID. “Banyak orang curiga dengan apa yang dikatakan pemerintah kepada kami. Pada dasarnya mereka punya banyak alasan karena kami seringkali dibohongi sebelumnya. Jadi tentu saja, orang-orang jadi curiga kemudian mencari informasi dan sumber informasi lainnya termasuk penjelasan lain tentang apa yang terjadi.”

Meskipun banyak yang beranggapan gerakan QAnon hanya sebuah fenomena kecil, implikasi dari pengikut QAnon yang terus bertambah itu – bagi beberapa kalangan – berpotensi menimbulkan masalah keamanan.

Sementara Jerman memasuki gelombang COVID 19 yang, Dittrich dan warga lainnya tetap waspada, dan meskipun teori ini oleh banyak orang dianggap tidak masuk akal namun penyebarannya yang terus berlangsung, dapat memperlemah kepercayaan publik kepada pemerintah. [mg/jm]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG