Tautan-tautan Akses

Penggulingan Zuma yang Dilanda Skandal Dilakukan Partainya Sendiri


Presiden Jacob Zuma saat berbicara di depan anggota parlemen Afrika Selatan di Cape Town (foto: dok).

Orang yang duduk di sisi Nelson Mandela ketika mereka merundingkan akhir rezim apartheid di Afrika Selatan telah menjadi pemimpin yang paling memecah dalam sejarah singkat demokrasi di negara ini.

Namun, skandal skandal Presiden Jacob Zuma yang tak ada akhirnya termasuk persidangan pemerkosaan, korupsi, ratusan tuduhan korupsi yang terus bertambah, dan setidaknya dua anak hubungan di luar nikah Zuma, seorang penganut poligami dengan empat istri, dari hubungannya dengan putri sekutu politik, bukan hal-hal yang akhirnya menjatuhkan presiden terkenal itu.

Sebaliknya, akhir kekuasaan laki-laki usia 75 tahun itu dirancang oleh organisasi dimana dia menjadi anggotanya sejak berusia 17 tahun.

Kongres Nasional Afrika yang berkuasa, yang sudah mendominasi politik nasional sejak tahun 1994, secara bertahap dikalahkan oleh oposisi, dan presiden yang tidak populer itu menjadi beban utama menjelang pemilu tahun depan.

"Ini merupakan masa sulit bagi negara kita," kata Wakil Presiden Cyril Ramaphosa yang mengambil alih jabatan Zuma pada bulan Desember sebagai ketua Kongres Nasional Afrika.

Dan dalam sebuah pernyataan minggu ini mengatakan, setelah beberapa hari perundingan tertutup yang ditujukan untuk meyakinkan Zuma agar mundur, "Presiden Zuma dan saya menyadari bahwa rakyat kita menginginkan dan berhak untuk memperoleh akhir yang baik," ujar Ramaphosa. [my/jm]

XS
SM
MD
LG