Tautan-tautan Akses

AS

Pengakuan Bersalah Cohen Bangkitkan Seruan untuk Makzulkan Trump


Mantan pengacara Donald Trump, Michael Cohen (C) meninggalkan pengadilan Federal, New York, 21 Agustus 2018. (Foto: dok).

Sebagian pengecam Presiden Amerika Donald Trump telah mendesakkan proses pemakzulan terhadapnya setelah mantan pengacara pribadinya mengaitkan presiden dalam suatu kemungkinan penyalahgunaan dana kampanye. Tetapi di Kongres, tempat di mana proses pemakzulan tersebut akan dimulai, lawan-lawan politik presiden mengambil sikap berhati-hati.

Michael Cohen, mantan pengacara pribadi Presiden Donald Trump, pekan lalu mengaku bersalah atas delapan tuduhan pelanggaran keuangan kampanye, penipuan pajak dan penipuan bank. Pelanggaran tersebut juga mencakup pembayaran uang tutup mulut bagi perempuan-perempuan yang mengaku berselingkuh dengan Trump. Cohen mengatakan Trump memerintahkannya untuk melakukan pembayaran tersebut, akan tetapi presiden dan para pendukungnya membantah tuduhan tersebut serta menyebut Cohen seorang pembohong.

Tuduhan-tuduhan itu semakin meningkatkan seruan mereka yang berusaha memakzulkan presiden Trump

Dalan acara televisi ABC This Week, anggota DPR dari partai Demokrat Eric Swalwell mengatakan, “Kami belum memiliki cukup bukti.”

Swalwell adalah anggota Komite Kehakiman di DPR, institusi yang akan mengambil langkah-langkah pertama dalam proses pemakzulan. Ia mengatakan terlalu dini untuk membahas tindakan itu. Swalwell mengemukakan investigasi akan menjadi langkah pertama apabila Demokrat memimpin di DPR.

Swalwell menambahkan, “Hal terbaik yang dapat kami lakukan adalah menjanjikan kepada rakyat Amerika bahwa apabila kami menjadi mayoritas, kami akan melakukan investigasi yang tidak ingin dilakukan para anggota partai Republik. Termasuk pelanggaran keuangan kampanye. Termasuk kontaknya dengan Rusia. Dan termasuk pula dokumen laporan pajaknya yang belum pernah dilihat rakyat Amerika, tetapi saya berjanji, Demokrat yang menjadi mayoritas akan memastikan laporan tersebut akan benar-benar mereka lihat..”

Pemimpin partai Demokrat yang minoritas di Senat, Chuck Schumer mengatakan sudah waktunya bagi anggota partai Republik untuk menentang Presiden Donald Trump setelah mantan pengacara pribadinya mengaitkannya dalam suatu kejahatan.

Demokrat menyatakan para anggota partai Republik telah terlibat dalam menjatuhkan martabat bangsa. Ia mengatakan mereka melalaikan kewajiban mereka dengan imbalan pengurangan pajak korporasi dan menghambat pengadilan federal.

Partai Republik, ujar Schumer, “menjadi rekan bersekongkol dalam budaya korupsi di sekeliling presiden.”

Ia meminta para pemimpin partai Republik agar meloloskan legislasi untuk melindungi investigasi jaksa khusus Robert Mueller terhadap tindakan Rusia dalam pemilu 2016, untuk mengadakan sidang dengar keterangan mengenai wewenang presiden memberi pengampunan dan meloloskan legislasi untuk meningkatkan keamanan pemilu.

Sebagian anggota partai Republik di DPR membela presiden di tengah-tengah investigasi mengenai campur tangan Rusia dalam pemilu dan menghambat proses hukum.

Pengacara Trump sekarang ini, Rudy Giuliani, pekan lalu mengatakan pemakzulan akan merupakan hal yang keliru.

“Menurut saya pemakzulan akan benar-benar mengerikan. Maksud saya, tidak ada alasan untuk itu. Ia tidak bersekongkol dengan Rusia. Ia tidak menghambat proses hukum. Semua yang dikatakan Cohen tidak terbukti. Anda akan memakzulkannya hanya karena alasan politik, dan rakyat Amerika akan bangkit menentangnya,” kata Rudy Giuliani.

Pengakuan Cohen Bangkitkan Seruan untuk Makzulkan Trump
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:04:22 0:00

Para analis mengatakan anggota Demokrat bersikap enggan membahas pemakzulan karena khawatir akan membangkitkan para pendukung Trump. Topik ini menambah gejolak pada badai politik Amerika sementara negara ini mendekati pemilihan paruh waktu pada bulan November, pemilu yang akan menentukan partai mayoritas di kedua majelis Kongres.

Sebelumnya Trump mengatakan ekonomi akan ambruk apabila ia dimakzulkan. “Apabila saya dimakzulkan, saya pikir bursa akan ambruk. Semua orang akan menjadi sangat miskin,” ujarnya, ketika ditanya dalam wawancara apakah ia percaya kubu Demokrat akan melancarkan proses pemakzulan apabila menjadi mayoritas di DPR pada pemilu November mendatang.

Namun Trump juga menyatakan keraguan bahwa proses tersebut bakal terjadi. Ia mengatakan, “Saya tidak tahu bagaimana Anda dapat memakzulkan orang yang melaksanakan tugas dengan hebat.” [uh/ab]

XS
SM
MD
LG